Postingan

AUDIENSI MENGHADAP BAPAK BUPATI BADUNG

Gambar
AUDIENSI MENGHADAP BAPAK BUPATI BADUNG “Menemukan Makna Dharma dalam Pertemuan, Penantian, dan Pelayanan” 📍 RJ, Kabupaten Badung 📅 Sabtu, 29 Agustus 2026 | ⏰ 08.00–±11.45 WITA ✍️ I Gede Sugata Yadnya Manuaba Sebuah audiensi bukan sekadar pertemuan administratif, melainkan ruang dialog antara gagasan, kepemimpinan, aspirasi masyarakat, pendidikan, dan dharma pelayanan. Perjalanan pada 29 Agustus 2026 mengajarkan bahwa menunggu bukanlah waktu yang sia-sia. Penantian adalah latihan tapas: mengendalikan pikiran, menjaga kesabaran, merawat kesantunan, dan tetap teguh pada tujuan yang baik. Dalam perspektif Tat Twam Asi, aspirasi pembangunan trotoar di depan SMP Negeri 4 Abiansemal bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi bagian dari kepedulian terhadap keselamatan peserta didik, ketenangan orang tua, kenyamanan guru, dan tanggung jawab pemerintah dalam menghadirkan pelayanan publik yang manusiawi. Pertemuan yang berlangsung hangat bersama Bapak Bupati Badung men...

SILATURAHMI, DIALOG, DAN DHARMA KEKELUARGAAN

Gambar
🌿 SILATURAHMI, DIALOG, DAN DHARMA KEKELUARGAAN 🌿 📅 Rabu, 9 September 2026 ⏰ Pukul 18.10 WITA 📍 Desa Sangeh, Badung Sebuah sore yang penuh kehangatan ketika Bapak Kepala Sekolah bersama beberapa guru SMP Negeri 4 Abiansemal berkesempatan bersilaturahmi ke kediaman Bapak DPRD I Putu Dendy Astra Wijaya, S.T. di Desa Sangeh. Kami disambut dengan sangat baik, hangat, dan penuh suasana kekeluargaan. Kehadiran Ibunda beliau, Ibu Putu Astriani, yang merupakan pensiunan guru SMP Negeri 4 Abiansemal, semakin memberikan warna tersendiri dalam perjumpaan ini.  Obrolan berlangsung santai, diselingi senda gurau, namun tetap sarat dengan nilai, pengalaman, dan arahan positif. Silaturahmi bukan sekadar perjumpaan sosial, tetapi merupakan ruang untuk membangun tat twam asi, yaitu kesadaran bahwa diri kita memiliki keterhubungan dengan sesama.  Hubungan yang baik dibangun melalui śraddhā, satya, susila, dan dharma, sehingga komunikasi menjadi jalan untuk memperkuat keharmonisan ...

Instruksi Gerakan Literacy In Hand & Pojok Literasi Sekolah

Gambar
Instruksi Gerakan Literacy In Hand & Pojok Literasi Sekolah ​ 1. Perspektif Teologis Hindu-Bali (Jnana Marga & Sastra) ​ Memuliakan Deva Nawa Sanga & Bhatari Saraswati: Buku adalah wujud fisik ( pratima ) dari sthana Ilmu Pengetahuan. Memegang buku di dada dekat dengan Hridaya Chakra (pusat anahata/hati) merupakan bentuk penghormatan spiritual ( sradha ) untuk mendekatkan energi positif Jnana (pengetahuan) ke dalam jiwa siswa. ​ Niat Purifikasi (Tri Kaya Parisudha): Gerakan membawa buku dari pintu gerbang hingga dalam kelas melatih kewaspadaan ( Sati ) dan kedisiplinan ( Vrata ). Hal ini membiasakan siswa untuk menyatukan Pikiran ( Manacika ), Perkataan ( Vacika ), dan Perbuatan ( Kayika ) pada fokus belajar sejak melangkahkan kaki ke lingkungan sekolah. ​ 2. Aspek Ilmiah & Psikologi Edukasi ​ Sensory Priming & Habit Loop: Memegang buku fisik secara konsisten memicu respons taktil ( tactile priming ) pada otak. Aktivitas ini secara psikologis menyiagaka...

GURU: PELITA YANG MEMBAHAGIAKAN PERJALANAN ILMU

Gambar
🌿 GURU: PELITA YANG MEMBAHAGIAKAN PERJALANAN ILMU  Oleh: I Gede Sugata Yadnya Manuaba Gu-kāro tv andhakāraś ca ru-kāras teja ucyate, andhakāra-nirodhatvāt gurur ity abhidhīyate. “Gu” melambangkan andhakāra, kegelapan; sedangkan “ru” melambangkan teja, cahaya. Guru adalah sosok yang membantu mengikis kegelapan ketidaktahuan melalui cahaya pengetahuan, kebijaksanaan, dan kesadaran. Namun dalam perspektif Teologi Hindu Bali, menjadi guru bukan hanya tentang berdiri di depan kelas dan menyampaikan pelajaran. Menjadi guru adalah sebuah laku dharma: mengajar dengan ilmu, mendidik dengan keteladanan, membimbing dengan kasih, serta menuntun peserta didik agar menemukan cahaya terbaik dalam dirinya. Guru dapat dipahami sebagai ācārya, śikṣaka, dan śrotriya—sosok yang tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi menghadirkan proses pendidikan yang menyentuh tattwa, susila, dan perilaku nyata. 📖 Bhagavad Gītā IV.34 mengajarkan: tad viddhi praṇipātena paripraśnena...

PJOK

Gambar
🏃‍♂️ PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA, DAN KESEHATAN — SPENFOURAB Pembelajaran PJOK di SMP Negeri 4 Abiansemal tidak sekadar melatih kebugaran jasmani, tetapi mengembangkan keterampilan motorik, sportivitas, disiplin, kerja sama, kesehatan, dan karakter peserta didik. 💪 Sehat tubuhnya, kuat karakternya, unggul prestasinya. SPENFOURAB — Bergerak, Sehat, Berkarakter, Berprestasi! 🏆

KETIKA PENDIDIKAN MENJADI JEMBATAN BUDAYA

Gambar
🌏📚 KETIKA PENDIDIKAN MENJADI JEMBATAN BUDAYA Selasa, 7 September 2026 | Pukul 12.30 WITA 🏫 SMP Negeri 4 Abiansemal SMP Negeri 4 Abiansemal kembali mendapat kunjungan dua orang wisatawan asal Spanyol yang berkesempatan melihat secara langsung proses pembelajaran guru SPENFOURAB di dalam kelas. Kunjungan sederhana ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar aktivitas wisata. Ruang kelas menjadi ruang perjumpaan antarmanusia, antarkebudayaan, dan antarperspektif. Pendidikan memperlihatkan bahwa pengetahuan tidak mengenal batas geografis; ia tumbuh ketika manusia saling melihat, memahami, dan menghargai. Dalam perspektif Teologi Hindu Bali, perjumpaan semacam ini dapat dimaknai sebagai praktik Tat Twam Asi—kesadaran bahwa diri kita memiliki keterhubungan dengan kehidupan yang lain. Perbedaan bahasa, bangsa, budaya, dan latar belakang bukan alasan untuk berjarak, melainkan kesempatan untuk membangun keharmonisan. Guru yang mengajar dengan ketulusan bukan hanya menyamp...

Upacara Bendera Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Karakter SiswaABIANSEMAL

Gambar
Koran Pelangi SPENFOURAB — Upacara Bendera Senin, 7 September 2026 📰 KORAN PELANGI SPENFOURAB SMP NEGERI 4 ABIANSEMAL Oleh: Tim Redaksi Widya Paramartha Senin, 7 September 2026 Upacara Bendera Jadi Momentum Evaluasi dan Penguatan Karakter Siswa ABIANSEMAL — Upacara bendera di SMP Negeri 4 Abiansemal pada Senin, 7 September 2026, berlangsung sebagai bagian dari kegiatan rutin sekolah sekaligus menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan tugas perangkat upacara dan kedisiplinan peserta. Bertindak sebagai pembina upacara, Bapak I Made Antara, S.Pd. menyampaikan amanat yang menyoroti pelaksanaan upacara, khususnya tugas dan fungsi seluruh perangkat upacara serta sikap peserta selama mengikuti kegiatan. Dalam amanatnya, pembina upacara memberikan evaluasi sekaligus pengalaman pembelajaran kepada siswa. Setiap petugas diharapkan memahami tanggung jawab sesuai perannya, sementara peserta upacara diarahkan untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib, di...