Postingan

Harmoni Nididhyasana

Gambar
Harmoni Nididhyasana: Inquiri Kolaboratif sebagai Wujud Nyata Swadharma Pendidikan ​Proses pembelajaran bukan sekadar transfer ilmu, melainkan sebuah siklus penemuan dan refleksi yang tiada henti. Surat Pendampingan Inquiri Kolaboratif ini menjadi bukti nyata komitmen kita dalam menjalankan Jnana Marga—jalan pengetahuan yang diimbangi dengan tindakan nyata (Karma Marga).   Pendampingan Inquiri Kolaboratif 2026 oleh Pengawas Sekolah (Drs. I Ketut Gede Birawa Anuraga, M.Pd.) Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Badung. Proses ini menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam berbasis data melalui tahapan assess, design, implement, measure, reflect, and change.  Pembelajaran mendalam berbasis data merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan bukti, hasil asesmen, dan refleksi sistematis untuk meningkatkan kualitas proses serta hasil belajar peserta didik. Pendekatan ini tidak berhenti pada pencapaian angka, tetapi berorientasi pada...

ORAK-OREK MATEMATIKA SEBAGAI ARSIP KESADARAN

Gambar
ORAK-OREK MATEMATIKA SEBAGAI ARSIP KESADARAN: REKONSTRUKSI EPISTEMOLOGI BELAJAR DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI HINDU BALI Refleksi Spiritual atas STS Ganjil: Dari Jejak Numerik Menuju Kesadaran Diri dan Dharma Om Swastyastu. 🙏 Membuat dan menyimpan orak-orek STS Ganjil Matematika bukan sekadar aktivitas teknis dalam menyelesaikan soal, melainkan praktik reflektif untuk menghargai proses terbentuknya pengetahuan. Setiap angka, simbol, coretan, dan koreksi menyimpan jejak perjalanan pikiran manusia dalam memahami keteraturan kehidupan. 1. Dimensi Epistemologi: Pengetahuan sebagai Proses Pencarian Dalam perspektif ilmiah, orak-orek merupakan dokumentasi penalaran yang memperlihatkan hubungan antara persoalan, proses analisis, strategi penyelesaian, dan hasil pemikiran. Kesalahan bukan sesuatu yang harus disembunyikan, melainkan bahan evaluasi untuk membangun pemahaman yang lebih matang. 2. Dimensi Teologi: Belajar sebagai Sadhana Dalam refleksi teologi Hindu Bali, belaj...

MENJADI KEPALA SEKOLAH TIDAK CUKUP HANYA PINTAR MENGATUR

MENJADI KEPALA SEKOLAH TIDAK CUKUP HANYA PINTAR MENGATUR Kepemimpinan Pendidikan dalam Perspektif Etika, Spiritualitas, dan Teologi Hindu Bali Pemikiran Tu Baba | Redaksi Koran Pelangi Widya Paramartha — SPENFOURAB 1. Kepemimpinan Bukan Sekadar Kekuasaan, Melainkan Pengabdian Menjadi kepala sekolah bukan hanya tentang menyusun program, membagi tugas, dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan. Lebih dalam daripada itu, kepemimpinan merupakan seni menyatukan perbedaan, mengembangkan potensi manusia, serta menuntun seluruh warga sekolah menuju tujuan pendidikan yang bermakna. Dalam perspektif Hindu, kepemimpinan ideal berlandaskan Dharma, yakni kebenaran, kewajiban, keadilan, dan tanggung jawab moral. Pemikiran Tu Baba: Pemimpin yang sesungguhnya tidak diukur dari seberapa banyak orang yang tunduk pada perintahnya, tetapi dari seberapa besar kemampuannya menumbuhkan kesadaran, kepercayaan, dan semangat pengabdian dalam diri orang-orang yang dipimpinnya. 2. Memahami Perbedaan sebagai Keniscay...

EXAMORA: Inovasi Digital dalam Asesmen Pendidikan, Menumbuhkan Semangat Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Abiansemal

Gambar
📰✨ KORAN PELANGI WIDYA PARAMARTHA – SPENFOURAB ✨📰 EXAMORA: Inovasi Digital dalam Asesmen Pendidikan, Menumbuhkan Semangat Belajar Siswa  SMP Negeri 4 Abiansemal 📚💻 “Teknologi Memudahkan Pembelajaran, Pengetahuan Mencerahkan Pikiran, dan Dharma Menuntun Masa Depan.” Om Swastyastu. Senin, 19 Oktober 2026, menjadi momentum istimewa bagi siswa-siswi SMP Negeri 4 Abiansemal, khususnya siswa kelas VII dalam melaksanakan ujian Sumatif Tengah Semester (STS) Ganjil untuk pertama kalinya menggunakan aplikasi Examora. Pengalaman ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang mengintegrasikan kemajuan teknologi digital dengan semangat belajar yang aktif, mandiri, dan bertanggung jawab. Salah satu siswa kelas VII D, I Made Dwi Hendra, dari Banjar Kutaraga, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, mengungkapkan kesan positifnya terhadap pengalaman ujian digital tersebut. 💬 “Ujian menggunakan aplikasi Examora sangat seru, lebih gampang menjawabnya....

ORANG TUA SEBAGAI PONDASI UTAMA ADAB, KARAKTER, DAN ARAH PRESTASI ANAK

ORANG TUA SEBAGAI PONDASI UTAMA ADAB, KARAKTER, DAN ARAH PRESTASI ANAK: Kajian Pendidikan Keluarga dalam Perspektif Psikologi Pendidikan, Etika, dan Teologi Hindu Bali Berbasis Pemikiran Tu Baba Abstrak Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Di dalam keluarga, anak mulai mengenal kasih sayang, kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, penghormatan kepada sesama, serta nilai-nilai spiritual yang membentuk arah kehidupannya. Sekolah memiliki peran penting dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan, kompetensi, dan karakter peserta didik. Namun, keberhasilan pendidikan di sekolah akan lebih kuat apabila memperoleh dukungan yang konsisten dari lingkungan keluarga. Artikel ini mengkaji kedudukan orang tua sebagai pondasi pembentukan adab, karakter, dan orientasi prestasi anak melalui pendekatan konseptual pendidikan, psikologi perkembangan, etika, serta teologi Hindu Bali. Pembahasan menggunakan nilai dharma, Tri Kaya Parisudha, Tat Twam Asi, dan Karma Phala...

Menyelaraskan Aksara, Jiwa, dan Sakti Ekonomi Melalui Literasi Buda Cemeng Kelawu

Gambar
KORAN PELANGI WIDYA SPENFOURAB Edisi Khusus: Rabu Literasi & Buda Cemeng Kelawu ​Mendidik dengan Hati, Menuntun dengan Bhakti: Memetik Keheningan Buda Cemeng Kelawu Lewat Literasi Spiritual ​ ABIANSEMAL — Suasana pagi di SMP Negeri 4 Abiansemal (Spenfourab) berembus lebih tenang dan berwibawa dari biasanya. Bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Kelawu , momentum bernilai spiritual tinggi ini dipadukan secara harmonis dengan program unggulan sekolah: Program Busi (Rabu Literasi) . Tim Kreatif Spenfourab menghadirkan sajian pemikiran ilmiah-positif yang dibingkai erat dalam teologi Hindu Bali, menegaskan bahwa ilmu pengetahuan dan spiritualitas adalah dua sayap yang saling melengkapi. ​Sinar matahari pagi menyinari pelataran sekolah saat seluruh warga Spenfourab bersiap mengawali aktivitas. Mengawali rangkaian kegiatan literasi spiritual hari ini, Wakil Kepala Sekolah, Ibu Dra. Ni Putu Sriyati , memimpin penuntunan literasi mantra dan makna Puja Tri Sandya . ​Dengan ...

GENDING DAERAH

​SITUS SPIRITUALITAS DAN INTEGRASI KARAKTER: REKONSTRUKSI TEOLOGI HINDU BALI PADA PROGRAM KABALI DI SMP NEGERI 4 ABIANSEMAL MELALUI PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING) BERBASIS GENDING DAERAH ​I. Pendahuluan ​Pendidikan Hindu di Bali tidak sekadar mentransfer pengetahuan kognitif (jnana), melainkan proses pembentukan kesadaran diri (atma karsa) agar siswa mengenali jati diri dan penciptanya. SMP Negeri 4 Abiansemal merespons kebutuhan ini dengan menerapkan program KaBali (Kamis Berbahasa Bali). Pemikiran Tu Baba menekankan bahwa kebudayaan Bali—khususnya bahasa dan lagu daerah (gending)—adalah wadah Brahman (Tuhan) yang memancarkan nilai-nilai Tat Twam Asi dan Satyam Sivam Sundaram. Melalui deep learning (pembelajaran mendalam), siswa diajak tidak hanya menghafal gending, tetapi juga melakukan internalisasi filosofis hingga menyentuh ranah spiritual paling dalam. ​II. Landasan Teologi Hindu Bali dan Pemikiran Tu Baba ​Dalam pandangan Tu Baba, Pendidikan KaBali berfungsi sebagai bente...