Postingan

KAMIS BERBAHASA BALI (KABALI) NGRAKSA BASA, NGURIPANG BUDAYA, NGREMBAKANG KARAKTER

๐Ÿ“š๐ŸŒบ KAMIS BERBAHASA BALI (KABALI) NGRAKSA BASA, NGURIPANG BUDAYA, NGREMBAKANG KARAKTER Materi Pembelajaran Bahasa Bali: Lengkara, Kruna Lingga, Kruna Dwi Lingga, miwah Anggah-Ungguhing Basa Bali Oleh: I Gede Sugata Yadnya Manuaba, S.S., M.Pd. (Tu Baba) Om Swastyastu ๐Ÿ™ Basa Bali nรฉnten wantah piranti anggen mabebaosan, nanging taler dados cihna kawentenan budaya, tata krama, kawicaksanaan, miwah jati diri krama Bali. Antuk punika, program Kamis Berbahasa Bali (KABALI) ring SMP Negeri 4 Abiansemal dados silih tunggil upaya nguripang basa, ngreksa warisan leluhur, miwah nuwuhang karakter sisya sane santun, wicaksana, lan tresna ring budaya Bali. ๐ŸŒฟ I. LENGKARA SEMPURNA: NGWANGUN PAMIKAYUN SANE RUNTUT Lengkara sempurna inggih punika rerangkening kruna sane ngwedarang pikobet utawi pikayunan kanthi lengkep. Ring tata basa Bali, unsur lengkara sane patut kaplajahin inggih punika jejering lengkara, linging lengkara, panyineb lengkara, miwah panandang lengkara manut struktur sane kaanggรฉn. P...

MEWUJUDKAN SMP NEGERI 4 ABIANSEMAL: SEKOLAH DESA YANG BERPARTISIPASI GLOBAL

MEWUJUDKAN SMP NEGERI 4 ABIANSEMAL: SEKOLAH DESA YANG BERPARTISIPASI GLOBAL Rekonstruksi Pemikiran Pendidikan, Literasi, dan Teologi Hindu Bali: Dari Keterbatasan Lokal Menuju Keunggulan Global Oleh: I Gede Sugata Yadnya Manuaba, S.S., M.Pd. (Tu Baba) 1. Sekolah Desa Bukan Sekolah Tanpa Masa Depan Sekolah yang berada di wilayah perdesaan tidak boleh dipandang sebagai institusi pendidikan dengan masa depan yang terbatas. Lokasi geografis bukan ukuran kecerdasan peserta didik, keterbatasan fasilitas bukan penentu akhir prestasi, dan kondisi ekonomi bukan batas bagi tumbuhnya cita-cita. SMP Negeri 4 Abiansemal memiliki peluang untuk membangun pendidikan yang berakar pada kekuatan lokal, bertumbuh melalui budaya literasi, dan membuka diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan global. Dalam perspektif pendidikan modern, mutu sekolah dibangun melalui perpaduan kompetensi guru, kepemimpinan yang adaptif, lingkungan belajar yang mendukung, kolaborasi, serta pemanfaatan sumber daya secara efek...

PERPUSTAKAAN WIDYA PARAMARTHA MENJADI JANTUNG LITERASI SMP NEGERI 4 ABIANSEMAL

PERPUSTAKAAN WIDYA PARAMARTHA MENJADI JANTUNG LITERASI SMP NEGERI 4 ABIANSEMAL Rekonstruksi Ilmiah, Pendidikan Karakter, dan Teologi Hindu Bali dalam Membangun Ekosistem Literasi Sepanjang Hayat Oleh: I Gede Sugata Yadnya Manuaba, S.S., M.Pd. (Tu Baba) Kepala Perpustakaan Widya Paramartha | Guru Bahasa Bali | Penekun Tattwa dan Banten | Penggiat Aksara Lontar 1. Perpustakaan Bukan Sekadar Ruang, Melainkan Jantung Kehidupan Sekolah Sekolah yang hidup bukan hanya sekolah yang ramai oleh aktivitas pembelajaran, tetapi sekolah yang memiliki denyut intelektual, budaya berpikir, dan semangat belajar sepanjang hayat. Di antara ruang-ruang yang membentuk kehidupan pendidikan tersebut, perpustakaan menempati kedudukan yang sangat strategis. Perpustakaan Widya Paramartha di SMP Negeri 4 Abiansemal bukan sekadar tempat menyimpan buku, mengatur koleksi, atau memenuhi kebutuhan administrasi sekolah. Perpustakaan merupakan ruang perjumpaan antara pengetahuan, pengalaman, imajinasi, kreativitas, dan ...

Harmoni Nididhyasana

Gambar
Harmoni Nididhyasana: Inquiri Kolaboratif sebagai Wujud Nyata Swadharma Pendidikan ​Proses pembelajaran bukan sekadar transfer ilmu, melainkan sebuah siklus penemuan dan refleksi yang tiada henti. Surat Pendampingan Inquiri Kolaboratif ini menjadi bukti nyata komitmen kita dalam menjalankan Jnana Marga—jalan pengetahuan yang diimbangi dengan tindakan nyata (Karma Marga).   Pendampingan Inquiri Kolaboratif 2026 oleh Pengawas Sekolah (Drs. I Ketut Gede Birawa Anuraga, M.Pd.) Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olah Raga Kabupaten Badung. Proses ini menerapkan pendekatan pembelajaran mendalam berbasis data melalui tahapan assess, design, implement, measure, reflect, and change.  Pembelajaran mendalam berbasis data merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan bukti, hasil asesmen, dan refleksi sistematis untuk meningkatkan kualitas proses serta hasil belajar peserta didik. Pendekatan ini tidak berhenti pada pencapaian angka, tetapi berorientasi pada...

ORAK-OREK MATEMATIKA SEBAGAI ARSIP KESADARAN

Gambar
ORAK-OREK MATEMATIKA SEBAGAI ARSIP KESADARAN: REKONSTRUKSI EPISTEMOLOGI BELAJAR DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI HINDU BALI Refleksi Spiritual atas STS Ganjil: Dari Jejak Numerik Menuju Kesadaran Diri dan Dharma Om Swastyastu. ๐Ÿ™ Membuat dan menyimpan orak-orek STS Ganjil Matematika bukan sekadar aktivitas teknis dalam menyelesaikan soal, melainkan praktik reflektif untuk menghargai proses terbentuknya pengetahuan. Setiap angka, simbol, coretan, dan koreksi menyimpan jejak perjalanan pikiran manusia dalam memahami keteraturan kehidupan. 1. Dimensi Epistemologi: Pengetahuan sebagai Proses Pencarian Dalam perspektif ilmiah, orak-orek merupakan dokumentasi penalaran yang memperlihatkan hubungan antara persoalan, proses analisis, strategi penyelesaian, dan hasil pemikiran. Kesalahan bukan sesuatu yang harus disembunyikan, melainkan bahan evaluasi untuk membangun pemahaman yang lebih matang. 2. Dimensi Teologi: Belajar sebagai Sadhana Dalam refleksi teologi Hindu Bali, belaj...

MENJADI KEPALA SEKOLAH TIDAK CUKUP HANYA PINTAR MENGATUR

MENJADI KEPALA SEKOLAH TIDAK CUKUP HANYA PINTAR MENGATUR Kepemimpinan Pendidikan dalam Perspektif Etika, Spiritualitas, dan Teologi Hindu Bali Pemikiran Tu Baba | Redaksi Koran Pelangi Widya Paramartha — SPENFOURAB 1. Kepemimpinan Bukan Sekadar Kekuasaan, Melainkan Pengabdian Menjadi kepala sekolah bukan hanya tentang menyusun program, membagi tugas, dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan. Lebih dalam daripada itu, kepemimpinan merupakan seni menyatukan perbedaan, mengembangkan potensi manusia, serta menuntun seluruh warga sekolah menuju tujuan pendidikan yang bermakna. Dalam perspektif Hindu, kepemimpinan ideal berlandaskan Dharma, yakni kebenaran, kewajiban, keadilan, dan tanggung jawab moral. Pemikiran Tu Baba: Pemimpin yang sesungguhnya tidak diukur dari seberapa banyak orang yang tunduk pada perintahnya, tetapi dari seberapa besar kemampuannya menumbuhkan kesadaran, kepercayaan, dan semangat pengabdian dalam diri orang-orang yang dipimpinnya. 2. Memahami Perbedaan sebagai Keniscay...

EXAMORA: Inovasi Digital dalam Asesmen Pendidikan, Menumbuhkan Semangat Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 4 Abiansemal

Gambar
๐Ÿ“ฐ✨ KORAN PELANGI WIDYA PARAMARTHA – SPENFOURAB ✨๐Ÿ“ฐ EXAMORA: Inovasi Digital dalam Asesmen Pendidikan, Menumbuhkan Semangat Belajar Siswa  SMP Negeri 4 Abiansemal ๐Ÿ“š๐Ÿ’ป “Teknologi Memudahkan Pembelajaran, Pengetahuan Mencerahkan Pikiran, dan Dharma Menuntun Masa Depan.” Om Swastyastu. Senin, 19 Oktober 2026, menjadi momentum istimewa bagi siswa-siswi SMP Negeri 4 Abiansemal, khususnya siswa kelas VII dalam melaksanakan ujian Sumatif Tengah Semester (STS) Ganjil untuk pertama kalinya menggunakan aplikasi Examora. Pengalaman ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang mengintegrasikan kemajuan teknologi digital dengan semangat belajar yang aktif, mandiri, dan bertanggung jawab. Salah satu siswa kelas VII D, I Made Dwi Hendra, dari Banjar Kutaraga, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, mengungkapkan kesan positifnya terhadap pengalaman ujian digital tersebut. ๐Ÿ’ฌ “Ujian menggunakan aplikasi Examora sangat seru, lebih gampang menjawabnya....