Postingan

PENEGAKAN BUDAYA POSITIF DI SMP NEGERI 4 ABIANSEMAL MELALUI LOCAL GENIUS ACTIVITY

PENEGAKAN BUDAYA POSITIF DI SMP NEGERI 4 ABIANSEMAL MELALUI LOCAL GENIUS ACTIVITY Kearifan Lokal sebagai Ekosistem Pendidikan Bahasa Bali, Karakter, dan Spiritualitas Hindu Bali Oleh: I Gede Sugata Yadnya Manuaba (Tu Baba)  Abstrak Penegakan budaya positif di sekolah tidak semata-mata berkaitan dengan kepatuhan terhadap tata tertib, tetapi merupakan proses pendidikan yang membentuk kesadaran, karakter, tanggung jawab, dan identitas peserta didik. SMP Negeri 4 Abiansemal mengembangkan pendekatan tersebut melalui program “Tiada Hari Tanpa Makna” serta berbagai aktivitas kokurikuler dan ekstrakurikuler berbasis local genius. Dalam perspektif pendidikan Bahasa Bali, kearifan lokal tidak hanya berfungsi sebagai materi pembelajaran, tetapi menjadi ruang hidup tempat bahasa, sastra, seni, etika, tattwa, dan budaya Bali dipraktikkan secara nyata. Aktivitas seperti Bulan Bahasa Bali, literasi budaya, mesatua, nyurat Aksara Bali, seni lukis, tabuh, nyurat lontar, dan tari tradisional mengint...

Sidak Saat Busi

Gambar
📚 BUSI – RABU LITERASI | Rabu, 7 Oktober 2026 Dalam rangka membangun budaya positif sekolah, pengurus OSIS bersama seluruh Ketua Kelas melaksanakan sidak barang bawaan siswa melalui pemeriksaan tas secara rutin dan berkala. Kegiatan ini bukan sekadar pemeriksaan, melainkan bagian dari pendidikan karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kesadaran diri agar setiap siswa mampu menjaga diri serta menaati tata tertib sekolah. 🌱 Disiplin bukan karena takut diperiksa, tetapi karena sadar bahwa setiap tindakan adalah bagian dari pembentukan karakter. “Budaya positif tumbuh dari kesadaran, keteladanan, dan tanggung jawab bersama.” 🏫 SMP Negeri 4 Abiansemal Bersama membangun generasi berkarakter, berbudaya, dan berintegritas.

BUSI: RABU LITERASI

Gambar
📰 KORAN PELANGI WIDYA PARAMARTHA SMP NEGERI 4 ABIANSEMAL — SPENFOURAB Rabu, 7 Oktober 2026 BUSI: RABU LITERASI “Membaca Masa Depan, Menemukan Jalan Pendidikan, Menguatkan Karakter Kebangsaan” Sosialisasi SMA Kemala Taruna Bhayangkara oleh Polsek Abiansemal bersama Babinsa Desa Bongkasa Literasi Bukan Sekadar Membaca, tetapi Menemukan Arah Kehidupan Rabu, 7 Oktober 2026, program BUSI (Rabu Literasi) di SMP Negeri 4 Abiansemal kembali menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan inspiratif. Kegiatan kali ini diisi oleh Kepolisian Polsek Abiansemal bersama Babinsa Desa Bongkasa melalui sosialisasi mengenai SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Mulawarman/Bogor sebagai salah satu alternatif pendidikan bagi generasi muda yang memiliki semangat belajar, kedisiplinan, karakter, dan cita-cita membangun masa depan. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari penguatan budaya literasi di lingkungan SPENFOURAB. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca teks, tetapi...

Merawat Sarana, Menjaga Widya

Gambar
Merawat Sarana, Menjaga Widya Perawatan sarana dan prasarana SMP Negeri 4 Abiansemal merupakan wujud budaya disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian bersama. Lingkungan yang bersih, aman, dan terawat mendukung terciptanya proses belajar yang nyaman, efektif, dan bermakna. Sarana terawat, pembelajaran berkualitas, lingkungan berbudaya. Merawat fasilitas hari ini, menyiapkan generasi unggul esok hari.

SEBARIS

Gambar
📰 KORAN PELANGI WIDYA PARAMARTHA SMP NEGERI 4 ABIANSEMAL — SPENFOURAB Selasa, 6 Oktober 2026 🌏 SEBARIS: Selasa Berbahasa Inggris, Menumbuhkan Disiplin, Kepercayaan Diri, dan Karakter Global SMP Negeri 4 Abiansemal kembali menghidupkan budaya literasi komunikasi melalui program SEBARIS (Selasa Berbahasa Inggris), Selasa, 6 Oktober 2026. Program ini bukan sekadar latihan berbicara dalam bahasa asing, tetapi menjadi ruang pendidikan karakter untuk membangun keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, kesantunan, dan kemampuan berkomunikasi peserta didik. Kegiatan SEBARIS kali ini berlangsung dengan pendekatan yang edukatif dan dialogis. Bapak I Putu Gde Sunu Arta, S.Pd. memanggil beberapa siswa yang masih melakukan pelanggaran terhadap budaya dan tata tertib sekolah, khususnya berkaitan dengan ketentuan kerapian rambut, yaitu Gusmang, Maiky, dan Saiko. Sementara itu, Ibu I Gusti Ayu Sri Susanti, S.Pd. memberikan pembinaan kepada Desta, yang masih sering belum memas...

MAKAN BERSAMA, PULANG BERSAMA

Gambar
🍚 MAKAN BERSAMA, PULANG BERSAMA Menumbuhkan Tat Twam Asi dalam Kebersamaan Siswa SPENFOURAB Makan bersama setelah menyelesaikan aktivitas pembelajaran bukan sekadar kegiatan memenuhi kebutuhan jasmani.  Dalam perspektif teologi Hindu Bali, makan bersama dapat menjadi ruang pendidikan karakter untuk membangun rasa syukur, persaudaraan, kepedulian, dan kesadaran bahwa manusia hidup dalam keterhubungan dengan sesama. Bagi siswa SMP Negeri 4 Abiansemal (SPENFOURAB), kebersamaan sederhana ini merupakan bagian dari pembelajaran kehidupan. Duduk bersama, berbagi makanan, saling menghormati, kemudian pulang dengan tertib adalah praktik nyata Tat Twam Asi—kesadaran bahwa kebahagiaan dan kenyamanan orang lain merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan kita. Secara filosofis, makanan adalah anugerah kehidupan. Ia hadir melalui kerja manusia, kesuburan alam, air, tanah, tumbuhan, dan berbagai unsur kehidupan. Karena itu, menikmati makanan dengan rasa syukur merup...

BALI — Belajar Aktif Luaskan Ilmu

Gambar
🌺 SISWA & GURU SPENFOURAB YANG BALI 🌺 BALI — Belajar Aktif Luaskan Ilmu Widya Paramartha: Ilmu yang menuntun pada kebijaksanaan. Dalam perspektif teologi Hindu Bali, belajar bukan sekadar mengumpulkan pengetahuan (widya), tetapi proses menyucikan pikiran, membentuk karakter, dan menghidupkan dharma dalam tindakan. Guru adalah penerang pengetahuan, siswa adalah penumbuh harapan, dan sekolah adalah ruang bersama untuk membangun peradaban yang berkarakter. 🕉️ “Tamaso mā jyotir gamaya” — tuntunlah kami dari kegelapan menuju terang. Semangat ini selaras dengan Tri Kaya Parisudha: berpikir yang baik (manacika), berkata yang baik (wacika), dan berbuat yang baik (kayika). BALI — Belajar Aktif Luaskan Ilmu berarti berani bertanya, tekun membaca, aktif berdiskusi, kreatif berkarya, terbuka terhadap pengetahuan, serta mampu mengamalkan ilmu bagi diri, sesama, alam, dan masyarakat. Pemikiran Tu Baba: > *“Ilmu yang hanya memenuhi kepala belum menjadi wi...