Bike To School
Bersepeda Ke Sekolah Bisa Tingkatkan Konsentrasi Belajar Siswa
LAPORAN : SUGATA YM
KAMIS, 22 JUNI 2023 | 13:49
Diskusi tentang penggunaan sepeda untuk menumbuhkan konsentrasi belajar dan motorik siswa-siswi SMP Negeri 4 Abiansemal.
Penggunaan sepeda di kalangan siswa dinilai dapat meningkatkan konsentrasi belajar, motorik hingga kebahagiaan siswa. Selain itu, bersepeda juga dapat meningkatkan kebiasaan positif dan menyehatkan.
Apalagi sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mengedepankan kedekatan jarak rumah siswa ke sekolah. Momentum tersebut harus direspon melalui keaktifan sekolah-sekolah menengah dan atas di Badung melalui Bike To School sehingga dampak positif bersepeda bisa dirasakan.
Didasari hal ini, bapak kepala SMP Negeri 4 Abiansemal menginisiasi gerakan bersepeda Bike To School. Sehingga, kampanye membumikan gerakan sepeda dapat dilakukan secara masif oleh siswa-siswi dan guru serta pegawai yang zona rumahnya dekat sekolah.
Bapak I Made Antara sebagai kepala SMP Negeri 4 Abiansemal menyatakan, program Bike To School diharapkan tak sekadar membuat siswa rutin bersepeda. Akan tetapi, dapat mengubah pola pikir siswa yang tadinya mengandalkan kendaraan bermotor mulai beralih menggunakan sepeda dalam mobilitas sehari-hari.
Kepala sekolah menyebut dampak kegiatan bersepeda pun harapannya dapat lingkungan sekitar rasakan. Misalkan, mengurangi kemacetan di lingkungan sekitar sekolah, meningkatnya kualitas udara, serta membuat lingkungan sekolah semakin asri dan hijau.
Jadi, diharapkan gaya hidup sadar dan ramah lingkungan dapat dimulai dari siswa-siswa yang bersepeda ke sekolah SMP Negeri 4 Abiansemal.
Tujuannya menggalakkan aktivitas bersepeda di SMP Negeri 4 Abiansemal, sehingga mampu mendorong upaya pengurangan emisi karbon kendaraan bermotor dan meningkatkan kualitas udara yang lebih bersih.
Kepala sekolah mengungkap, berkat gerakan ini antusiasme sekolah yang aktif bersepeda mulai meningkat. Bahkan, banyak pelajar yang sedianya belum punya sepeda dan lama tak memanfaatkan sepeda mulai tertarik menggunakannya lagi.
Namun, fasilitas pendukung yang harus disediakan, seperti penyediaan tempat parkir yang layak dan aman. Hal ini penting untuk memastikan pelajar tak kehilangan motivasinya selama bersepeda ke sekolah.
Kendati begitu, gerakan Bike To School harus diikuti optimalisasi dukungan dari guru-guru dan kepala sekolah sebagai figur yang dapat siswa contoh.
Perlu disadari bahwa setiap gerakan perubahan budaya sangat membutuhkan figur-figur yang dapat dicontoh oleh peserta didik.
Selain itu motivasi dan keinginan mengajak anak bersepeda pun, terlihat sangat minim di kalangan para guru.
Berbagai alasan yang melatari pegiat pelajar bersepeda dengan alasan yang saya sendiri kurang begitu paham. Apakah takut ada kejadian yang tidak diinginkan atau rendahnya komunikasi dengan pimpinan sekolah atau bahkan tidak menjanjikan program ini sebagai salah satu program kesiswaan.
Saat mengayuh pedal sepeda maka dapat meningkatkan aliran darah sehat yang membawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh termasuk otak. Hal ini dapat merangsang otak untuk meningkatkan produksi hormon serotonin, norepinefrin, dan dopamin, serta meningkatkan transmisi informasi antara berbagai bagian tubuh dengan cerebra lcortex. Sehingga memunculkan perasaan senang, meningkatkan fokus dan mempercepat reaksiotot," tutur sugata.
Sugata menjelaskan, untuk mendapatkan manfaat optimal dari bersepeda, maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mulai dari kematangan motorik anak untuk mengayuh pedal, jarak tempuh, fasilitas jalan yang aman untuk pesepeda.
Selanjutnya, perlengkapan keamanan selama bersepeda, tempo atau ritme mengayuh yang konstan, serta edukasi aturan ketika berada di jalan.
Kemudian, menyiapkan perlengkapan pertolongan pertama (seperti betadine dan plester luka). Sistem pemantauan posisi dan detak jantung anak serta adanya komunitas yang membuat anak merasa bersepeda sebagai kegiatan yang menyenangkan dan bukanlah tuntutan atau hukuman.
Komentar
Posting Komentar