Patung Instalasi
Sampah Jadi Patung Instalasi
Sampah merupakan salah satu masalah besar di Desa Bongkasa, Apalagi sampah plastik. Sebagian besar sampah plastik yang digunakan sehari-hari biasanya dipakai untuk pengemasan. Apalagi Desa Bongkasa merupakan wilayah wisata yang notabenenya banyak dikunjungi oleh para wisatawan maupun warga setempat.
Warga yang berkunjung ke Desa Bongkasa inilah menjadi sumber utama banyaknya sampah yang seharusnya dikelola agar tidak menimbulkan persoalan pelik dikemudian hari dan ini merupakan tanggung jawab semua pihak bukan hanya para wisatawan. Kebanyakan sampah di Desa Bongkasa datang dari situs pariwisata seperti sampah plastik dalam penggunaan bungkus makanan dan minuman. Sebagai upaya peningkatan kesadaran dalam rangka hari sampah nasional SMP Negeri 4 Abiansemal bekerjasama dengan Yellowgarden membuat patung instalasi yang terbuat dari sampah plastik.
Patung instalasi berwujud kodok dengan ukuran sedang ini dirancang oleh Siswa-siswi SMP Negeri 4 Abiansemal dan dibantu oleh beberapa guru dan pegawai lainnya. Patung instalasi ini yang terpenting BERFUNGSI sebagai tempat sampah RAKSASA dari botol-botol plastik dan yang lainnya. Pembuatan patung ini dilakukan dalam rangka memeriahkan lomba patung instalasi sampah tingkat provinsi yang dilaksanakan oleh Yellowgarden, sekaligus dalam rangka LOMBA di LENGGANG BALI PERTIWI 2023.
Dari situlah tercetus ide penguraian sampah dengan simbolik mengubahnya menjadi patung instalasi. Patung Kodok yang terbuat dari sampah plastik itu dibuat mandiri oleh siswa-siswi SMP Negari 4 Abiansemal.
Bapak kepala sekolah sendiri berharap setelah kegiatan itu selesai, patung kodok itu tak menjadi sampah lagi. Menurut pihak Yellowgarden sendiri Patung-patung itu akan dibuatkan taman patung instalasi. Di tempat itu, patung-patung tersebut akan dijadikan monumen.
Komentar
Posting Komentar