Implementasi 4 Pilar Pendidikan Pada Tari Kecak Janger Dalam Program Osis Telent Competition (OTC) SMP Negeri 4 Abiansemal

Dalam program Osis Telent Competition (OTC) SMP Negeri 4 Abiansemal bapak I Made Antara, S.Pd sebagai kepala sekolah menekankan agar pada lomba Tari Kecak Janger yang dilaksanakan mampu menerapkan empat pilar pendidikan baik untuk masa sekarang maupun masa depan, yakni: (1) learning to Know, (2) learning to do (3) learning to be, dan (4) learning to live together. 

Dimana keempat pilar pendidikan tersebut harus terintegrasi dari kegiaan kurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler.

Learning to know
Pilar ini dimaksudkan untuk meningkatkan kognitif siswa-siswi SMP Negeri 4 Abiansemal akan penguasaan yang dalam dan luas akan bidang ilmu tertentu. Tujuan diadakannya lomba Tari Kecak Janger dari aspek kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual yang lebih sederhana, yaitu mengingat pentingnya mengenal seni dan budaya Tari Kecak Janger, sampai pada kemampuan memecahkan masalah yang menuntut siswa-siswi SMP Negeri 4 Abiansemal untuk menghubungkan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan, metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah dalam pementasan Tari Kecak Janger yang dilombakan tingkat kelas. Dari sinilah muncul konsepsi belajar sepanjang hayat (long life education), yaitu belajar yang tidak kenal waktu akhir sampai berakhirnya hidup ini didunia. 

Learning to do
Pilar kedua ini menuntut siswa-siswi SMP Negeri 4 Abiansemal untuk mempunyai keterampilan tertentu (psikomotorik) atau dengan bahasa lain belajar untuk mengaplikasi ilmu, bekerja sama dalam team (penari Kecak dan Janger), belajar memecahkan masalah dalam berbagai situasi, belajar untuk berkarya atau mengaplikasikan ilmu yang didapat oleh siswa-siswi SMP Negeri 4 Abiansemal. Kemampuan ini dalam konteks kekinian disebut dengan hard skills dan soft skills. Sekolah mempunyai kewajiban untuk mengaktualisasikan ini melalui program Osis Telent Competition.

Learning to be
Pilar ini merupakan konsep belajar untuk dapat mandiri, menjadi orang yang bertanggung jawab untuk mewujudkan tujuan bersama. Learning to be ini tidak bisa lepas dari dua pilar sebelumnya karena penguasaan pengetahuan dan keterampilan merupakan bagian dari proses menjadi diri sendiri (learning to be). Menjadi diri sendiri diartikan sebagai proses pemahaman terhadap kebutuhan dan jati diri. Belajar berperilaku sesuai dengan norma dan kaidah yang berlaku di masyarakat, belajar menjadi orang yang berhasil, sesungguhnya merupakan proses pencapaian aktualisasi diri.

Learning to live together
Pilar keempat ini adalah tujuan hidup manusia sebagai makhluk sosial. Manusia tidak bisa hidup tanpa kehadiran orang lain. Oleh karenanya belajar memahami dan menghargai orang lain, sejarah mereka dan nilai-nilai agamanya adalah tugas pendidikan mengantarkan siswa-siswi SMP Negeri 4 Abiansemal kegerbang pilar ini. Tentu pilar keempat ini harus ditopang dengan pilar-pilar sebelumnya dengan sebaik-baiknya. Dengan kemampuan yang dimiliki, sebagai hasil dari proses pendidikan, dapat dijadikan sebagai bekal untuk mampu berperan dalam lingkungan (mebraya) tegas bapak kepala sekolah, di mana siswa-siswi SMP Negeri 4 Abiansemal tersebut berada, dan sekaligus mampu menempatkan diri sesuai dengan perannya. Pemahaman tentang peran diri dan orang lain dalam kelompok belajar merupakan bekal dalam bersosialisasi di masyarakat (learning to live together).

Lantas pertanyaannya adalah bagaimana mengaktualisasikan keempat pilar tersebut dalam konsep perpaduan korikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler dalam proses pendidikan disekolah agar tujuan manusia itu tercapai sebagai mana dalam landasan pendidikan. Salah satunya cara yang harus dilakukan secara serius adalah siswa-siswi SMP Negeri 4 Abiansemal akrif dalam berbagai kegiatan sekolah, salah satunya mengikuti lomba Tari Kecak Janger dalam program Osis Telent Competition ini.

Pendidikan siswa-siswi SMP Negeri 4 Abiansemal adalah proses pembentukan kepribadian, kecakapan hidup, dan akhlak mulia melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1946.  

Kegiatan yang diikuti siswa-siswi SMP Negeri 4 Abiansemal mempunyai tujuan yang mulia dalam mensukseskan tujuan pendidikan nasional, yaitu menjadikan manusia yang kuat secara spiritual, kuat dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan kuat dalam keterampilan (kognitif, afektif, dan psikomotorik), terang bapak I Made Antara, S.Pd.

Dari program Osis Telent Competition inilah dapat diambil irisan bahwa 4 pilar pendidikan menurut UNESCO dan kegiatan lomba Tari Kecak Janger sejatinya dapat dijadikan kegiatan yang harus dilaksanakan dengan serius dan penuh tanggungjawab. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendisiplinan Rambut sebagai Cerminan Karakter Berbudaya

PENGIMBASAN SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

OSIS SPENFOURAB Menyemai Dharma melalui Pemilahan Sampah