Pembelajaran Pada Siswa-Siswi di SMP Negeri 4 Abiansemal Melalui Tari Janger Dalam Program Osis Talent Competition.

Pembelajaran pada siswa di SMP Negeri 4 Abiansemal sebagai upaya pelestarian budaya khususnya Tari Janger melalui Program Osis Talent Competition. 

Pembelajaran tari Janger diperlukan seorang pengajar yang handal guna menggiatkan kesenian tradisi bagi generasi muda. Tari Janger sebagai tari pergaulan muda-mudi yang mengungkapkan suka cita para pemuda tatkala musim panen tiba. Lomba Janger ini merupakan proses pembelajaran melalui tari Janger Kreasi di SMP Negeri 4 Abiansemal dan struktur pementasannya.

Tujuan dan manfaat lomba ini dalam Osis Talent Competition SMP Negeri 4 Abiansemal sebagai sebuah pengetahuan tentang seni pertunjukan tari Janger Kreasi guna menambah semangat kebersamaan.

Pentingnya pelestarian budaya dalam rangka pembentukan karakter Bangsa melalui pembelajaran ini mengandung unsur pendidikan moral maupun pendidikan spiritual, dan menumbuhkan kebersamaan. 

Pembelajaran tari Janger Osis Talent Competition ini lebih ditekankan pada memelihara kelestarian tari Janger kepada siswa yang banyak memberikan makna positif seperti kebersamaan, sikap saling menghargai dan menghormati, rasa kekeluargaan. Proses pembelajaran tari Janger Kreasi melalui acara Osis Talent Competition di SMP SMP Negeri 4 Abiansemal diawali belajar gending-gending Janger, Penuangan gerak tari dan stambur pada Kecak, barulah penggabungan secara keseluruhan. Adapun struktur pementasan karya tari Janger Kreasi ini secara keseluruhan sajian diwujudkan ke dalam bagian-bagian sajian, Pengaksaman Janger, Pepeson, Mejangeran, Lakon dan Mulih/Penutup. Ragam gerak tari Janger Kreasi menggunakan gerak-gerak tari klasik Bali seperti : nayog, ngagem kanan, ngagem kiri, ngeseh bawak, nyeloyog dan beberapa motif gerak tari Bali klasik lainya. 

Gerakan Janger sangat sederhana, gending yang dibawakan harus sempurna dan maksimal, seimbang antara gending dan tari. Gerak-gerak tari dipadukan dengan unsur tari seperti pencak silat melahirkan gerak-gerak tari yang khas seperti dalam gerakan stambur kecak. 

Sedangkan Janger gerak tarinya mengacu gerakan tari Bali klasik jenis gerak tari Janger seperti, mungkah lawang, ngagem kanan, ngagem kiri, ngeseh bawah, nyeleyog, nguluh wangsul, ngelikas, ngenjet, ngengot, ulap-ulap, dan lain sebagainya. 

Janger dan kecak bergerak banyak dalam posisi bersimpuh atau duduk bersila, menari Janger berpatokan pada gending yang dibawakan. Struktur tari Janger Kreasi menggunakan delapan gending, seperti: Pangaksama, Pepeson Janger (Seng Seng I Seng Seng Janger), Dong Dabdabang, Bintang Siang : Bintang siang (solo), Stambur, Pusuh Biu, Pancasila, Mula Kutuh, Lakon, dan Gending Mulih. 

Iringan tari Janger Kreasi, menggunakan gamelan rekaman yang mendukung gending yang berlaras Pelog. Karakter tari Janger Kreasi ini, wibawa, agung dan tegas, suka ria/gembira, sama halnya dengan suasana yang diwujudkan dalam gamelan pengiringnya. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendisiplinan Rambut sebagai Cerminan Karakter Berbudaya

PENGIMBASAN SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

OSIS SPENFOURAB Menyemai Dharma melalui Pemilahan Sampah