Tingkatkan Kreativitas Siswa dalam Lomba Membuat Tamiang
π KORAN PELANGI SPENFOURAB
✨ Edisi Kreativitas Budaya ✨
Oleh Tim Kreatif SMP Negeri 4 Abiansemal
π Tingkatkan Kreativitas Siswa dalam Lomba Membuat Tamiang
π️ Rabu, 1 Oktober 2025
π SMP Negeri 4 Abiansemal
πΏ Simbol Kesucian, Seni, dan Kreativitas
Dalam rangkaian Bulan Bahasa Bali sekaligus memperingati HUT ke-39 SMP Negeri 4 Abiansemal, siswa-siswi diberi ruang untuk mengekspresikan bakat dan kearifan lokal melalui Lomba Membuat Tamiang.
Tamiang, yang biasanya tergantung di pura sebagai simbol pelindung dan keseimbangan kosmis, kini menjadi media ekspresi seni sekaligus penguatan karakter budaya di kalangan generasi muda.
π¨ Kreativitas yang Tumbuh dari Tradisi
Setiap kelas menampilkan kekompakan tim. Daun kelapa muda (busung), janur kuning, dan rangka bambu kecil menjadi bahan utama yang kemudian disulap menjadi karya indah penuh makna.
Tamiang tidak hanya sekadar hiasan, tetapi juga mengandung filosofi:
Bulat → lambang kesempurnaan hidup.
Anyaman janur → lambang keterikatan antara manusia, alam, dan Tuhan.
Hiasan dalam tamiang → simbol kekuatan menjaga keseimbangan sekala–niskala.
π©ππ¨π Antusiasme Siswa
Lapangan sekolah dipenuhi semangat siswa yang bekerja dalam kelompok. Ada yang lihai menganyam, ada yang teliti merangkai, dan ada yang penuh imajinasi menghias. Tawa riang dan canda bercampur dengan kesungguhan hati menciptakan suasana hangat penuh kebersamaan.
> π£️ “Membuat tamiang itu seperti belajar hidup, perlu kesabaran, kerjasama, dan ketekunan,” ujar salah satu peserta kelas VIII dengan bangga.
π Lomba Bernilai Edukatif
Lomba ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi otentik. Melalui tamiang, siswa belajar tentang:
1. Kreativitas → mengolah bahan sederhana menjadi karya bermakna.
2. Kolaborasi → bekerja sama dalam kebersamaan.
3. Pelestarian budaya → menjaga warisan leluhur tetap hidup.
4. Spiritualitas → menyadari makna sakral di balik setiap anyaman.
✨ Pesan Kepala Sekolah
Kepala SMP Negeri 4 Abiansemal, Bapak I Made Antara, S.Pd, menyampaikan apresiasi:
> “Lomba membuat tamiang ini adalah wujud nyata bagaimana sekolah melestarikan budaya sekaligus menanamkan kreativitas. Semoga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi cerdas, berkarakter, dan berbudaya.”
πΊ Penutup
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa tradisi dan modernitas dapat berjalan beriringan. Di balik setiap tamiang yang tergantung indah, tersimpan harapan agar seluruh keluarga besar SMP Negeri 4 Abiansemal selalu diberikan keselamatan, kebahagiaan, dan kekuatan dalam berkarya.
π Kreativitas dari janur, inspirasi untuk masa depan.
Selamat Ulang Tahun ke-39, SMP Negeri 4 Abiansemal! π
Komentar
Posting Komentar