Guru Spenfourab Teladankan Empati: Menjenguk Rekan Sejawat di Rumah Sakit Windu Usada
π° KORAN PELANGI SPENFOURAB
π
Edisi Rabu, 29 Oktober 2025
π️ Disusun oleh Tim Kreatif SMP Negeri 4 Abiansemal
π “Dari Kepedulian Tumbuh Kekuatan, Dari Empati Lahir Semangat Kebersamaan”
---
π Guru Spenfourab Teladankan Empati: Menjenguk Rekan Sejawat di Rumah Sakit Windu Usada
Sebuah kisah penuh kehangatan dan rasa kemanusiaan terjadi di lingkungan SMP Negeri 4 Abiansemal. Pada hari Rabu, 29 Oktober 2025, sejumlah guru sekolah ini melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Windu Usada untuk menjenguk salah satu rekan mereka, Ibu Ni Kadek Adhi Putri Pertiwi, yang sedang menjalani perawatan setelah mengalami kecelakaan terpeleset saat mengajar di sekolah.
Tindakan sederhana namun sarat makna ini menjadi cermin nyata jiwa kekeluargaan dan empati mendalam yang tumbuh di keluarga besar Spenfourab.
Di tengah kesibukan tugas dan tanggung jawab mengajar, para guru dengan tulus meluangkan waktu untuk hadir, membawa doa, dan memberikan dukungan moral bagi rekan sejawatnya yang tengah berjuang memulihkan kesehatan.
---
π️ Satu Sekolah, Satu Rasa, Satu Jiwa
Dalam suasana haru dan penuh semangat, Ibu Wiryawati, salah satu guru SMPN 4 Abiansemal, menyampaikan makna kebersamaan yang dirasakan:
> “Kami adalah satu keluarga di SMPN 4 Abiansemal. Ketika salah satu anggota keluarga kami sakit, kami ingin memberikan dukungan sepenuh hati.”
Kata-kata sederhana ini menggambarkan betapa dalamnya rasa persaudaraan yang terjalin di antara para guru. Bahwa di balik setiap pelajaran dan kegiatan sekolah, ada kekuatan batin yang mempersatukan—yakni rasa saling peduli dan kasih tanpa pamrih.
---
π¨π« Kepala Sekolah Apresiasi Tindakan Penuh Cinta
Kepala Sekolah SMPN 4 Abiansemal, Bapak I Made Antara, S.Pd, turut menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas semangat solidaritas para guru.
> “Ini adalah bukti nyata dari semangat sekolah kami yang peduli dan mendukung satu sama lain. Kami berharap keluarga yang sedang sakit akan segera pulih dan kembali ke sekolah dengan semangat yang lebih besar,” tutur beliau dengan nada penuh haru dan bangga.
Beliau menegaskan bahwa tindakan seperti ini merupakan perwujudan nilai luhur pendidikan yang sesungguhnya, di mana guru tidak hanya mengajar ilmu, tetapi juga meneladankan budi pekerti, empati, dan rasa kemanusiaan yang tinggi.
---
π· Doa dan Semangat untuk Ibu Kadek Adhi Putri Pertiwi
Dalam suasana yang lembut dan penuh doa, rekan-rekan guru menyampaikan harapan kesembuhan bagi Ibu Kadek Adhi Putri Pertiwi. Walau masih duduk di ranjang rumah sakit dengan tangan terpasang infus, beliau tetap menunjukkan semangat yang luar biasa—tetap berkomunikasi dan berupaya menyelesaikan tugas input nilai sumatif tengah semester, sebuah bukti dedikasi tinggi seorang pendidik sejati.
> “Kecelakaan ini saya jadikan pengalaman berharga. Semua pasti ada hikmahnya,” ungkap beliau dengan senyum yang meneduhkan.
Tutur lembut itu menyiratkan filosofi Hindu yang mendalam: Rwa Bhineda — bahwa setiap cobaan hadir bersama pelajaran dan kekuatan baru. Dari penderitaan lahir keteguhan, dari kesakitan tumbuh kesadaran, dan dari keterbatasan muncul rasa syukur.
---
π―️ Refleksi Kemanusiaan: Sekolah sebagai Rumah Hati
Kisah ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak hanya hidup di ruang kelas, tetapi juga di ruang hati.
Kunjungan ke rumah sakit tersebut menjadi manifestasi nyata nilai-nilai spiritual dan sosial yang dijunjung tinggi oleh keluarga besar Spenfourab.
Dalam ajaran teologi Hindu, tindakan peduli dan membantu sesama termasuk dalam Dharma Laksana, wujud nyata pengamalan ajaran Tat Twam Asi — Aku adalah engkau, engkau adalah aku.
Dengan saling menolong, guru-guru Spenfourab telah menjalankan yadnya kecil yang penuh makna: Manusa Yadnya—pengorbanan tulus bagi sesama manusia.
---
πΌ Salam Rahayu dari Spenfourab
Kisah ini mengajarkan bahwa kebersamaan tidak diukur dari seberapa sering kita bertemu, tetapi seberapa dalam kita saling peduli.
Semoga Ibu Kadek Adhi Putri Pertiwi lekas sembuh, kembali mengajar dengan senyum yang penuh cahaya, dan semoga semangat kekeluargaan ini terus menjadi napas kehidupan SMP Negeri 4 Abiansemal.
> “Salam satu rasa, satu jiwa, satu keluarga Spenfourab.
Rahayu, dan tetap semangat dalam Dharma.” πΊ
---
π️ Tim Redaksi Koran Pelangi Spenfourab
Kepala Editor: I Gede Sugata Yadnya Manuaba
Penanggung Jawab: I Made Antara, S.Pd (Kepala Sekolah)
Kontributor: Guru dan Siswa SMP Negeri 4 Abiansemal
Desain & Tata Letak: Tim Kreatif Spenfourab Literasi
Komentar
Posting Komentar