Pelaksanaan Program “Ka Bali” (Kamis Berbahasa Bali)
📰 KORAN PELANGI SPENFOURAB
🪷 Edisi Kamis, 30 Oktober 2025
✨ Tiada Hari Tanpa Makna di Spenfourab ✨
Oleh Tim Kreatif SMP Negeri 4 Abiansemal
---
🌺 KA BALI: MENJAGA BAHASA, MEMAKNAI SIKAP, MENUMBUHKAN KARAKTER
Kamis pagi yang cerah di SMP Negeri 4 Abiansemal diselimuti nuansa khas budaya Bali. Aroma dupa lembut menyapa udara, lontar dan aksara Bali menghiasi dinding, dan suara lembut siswa-siswi menyapa dengan sapaan santun “Rahajeng semeng, Bapa!” — menandai pelaksanaan Program Ka Bali (Kamis Berbahasa Bali).
Program ini bukan sekadar kebiasaan berbahasa, melainkan sebuah gerakan kesadaran budaya dan spiritualitas sekolah, yang terus digelorakan oleh Kepala Sekolah, Bapak I Made Antara, S.Pd. Kali ini, beliau berkesempatan mengisi sesi utama Ka Bali dengan dharma wacana bijak tentang makna spiritual bait-bait Tri Sandya serta etika sikap dalam melaksanakannya.
---
🕉️ DHARMA WACANA: TRISANDYA SEBAGAI TALI SPIRITUAL ANTARA DIRI DAN TUHAN
Dalam tutur kata yang halus namun menggetarkan batin, Bapak I Made Antara menyampaikan bahwa sikap saat melakukan puja Tri Sandya bukanlah sekadar formalitas, melainkan wujud hubungan pribadi antara siswa dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
> “Sikap saat Tri Sandya itu adalah urusan spiritual pribadi para siswa kepada Tuhan, bukan hanya untuk para guru dan pegawai,” ujar beliau penuh makna.
Pesan ini seolah mengingatkan bahwa setiap gerakan tangan, tatapan, dan kesungguhan hati saat sembahyang adalah cermin kesadaran diri, dan bukan sekadar rutinitas yang dilakukan tanpa penghayatan.
---
💇♂️ KEDISIPLINAN DIRI: CERMIN KEPRIBADIAN SISWA SPENFOURAB
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Sekolah juga menyelipkan arahan bijak mengenai kerapian rambut siswa. Beliau menegaskan bahwa meskipun siswa memakai udeng atau destar, rambut tetap harus rapi dan sesuai tata tertib sekolah.
Dengan gaya tegas namun penuh kasih, beliau menuturkan:
> “Kenapa mengurus rambut pribadi saja tidak mau mengikuti tata tertib sekolah? Masih banyak hal yang perlu diperhatikan dan ditingkatkan. Ngurusin raga pedidi gen sing bisa, ngurus bok gen sing ngidang.”
Ungkapan bernas ini menjadi tamparan lembut bagi seluruh siswa agar lebih sadar terhadap tanggung jawab pribadi. Beliau menegaskan, siswa yang masih melanggar aturan akan dipanggil bersama orang tua ke sekolah — bukan untuk dihukum, tetapi untuk diformasikan kesadaran dan kedewasaan disiplin.
---
📘 MEMBANGUN BUDAYA SEKOLAH YANG BERKARAKTER
Menutup dharma wacana pagi itu, Bapak I Made Antara mengajak seluruh siswa untuk menjadikan budaya sikap sebagai nafas kehidupan sekolah.
> “Jika siswa sudah masuk sekolah, tidak ada yang keluar lagi untuk membeli sesuatu. Siswa wajib membuat planning kegiatan harian, agar semua terencana dengan baik sesuai program sekolah.”
Pesan tersebut menjadi refleksi penting tentang manajemen waktu dan perencanaan diri — keterampilan hidup yang tak hanya penting untuk belajar, tetapi juga untuk membentuk pribadi yang tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab.
---
🌈 KA BALI: HARMONI ANTARA BAHASA, BUDI, DAN BUDAYA
Program Ka Bali setiap Kamis bukan hanya ajang berbicara dengan bahasa Bali, tetapi momen berlatih kejujuran, kesopanan, dan spiritualitas. Bahasa menjadi medium untuk menanamkan nilai, bukan sekadar alat komunikasi.
Spenfourab terus menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tentang akademik, melainkan juga tentang membentuk manusia yang berbudaya, berkarakter, dan berjiwa Bali.
---
🪷 PENUTUP: TIADA HARI TANPA MAKNA DI SPENFOURAB
Kamis Berbahasa Bali di SMP Negeri 4 Abiansemal menjadi cermin sekolah berjiwa luhur — tempat di mana setiap kata, sikap, dan tindakan menjadi doa dan pembelajaran hidup.
Melalui arahan kepala sekolah, para guru, dan semangat siswa, Spenfourab terus menorehkan kisah indah:
Belajar dengan hati, berbudaya dengan tindakan, dan berbakti dengan keikhlasan.
---
🖋️ Tim Kreatif Koran Pelangi Spenfourab
📍 SMP Negeri 4 Abiansemal – Sekolah Berkarakter, Berbudaya, dan Berprestasi
Komentar
Posting Komentar