Prestasi tetap perlu diapresiasi, namun tanpa melukai rasa percaya diri dan martabat peserta didik.
π° KORAN PELANGI SPENFOURAB
Edisi: Jumat, 19 Desember 2025
Oleh: Tim Kreatif SMP Negeri 4 Abiansemal
---
MERDEKA TANPA RANKING, BERPRESTASI TANPA MERENDAHKAN
Kebijakan Bijak SMP Negeri 4 Abiansemal dalam Menyikapi Kurikulum Merdeka
---
Pendahuluan: Pendidikan yang Memanusiakan Manusia
Kurikulum Merdeka hadir bukan sekadar sebagai perubahan administrasi pembelajaran, melainkan sebagai lompatan kesadaran dalam dunia pendidikan Indonesia. Ia menggeser paradigma lama—yang menempatkan anak sebagai objek perlombaan—menjadi subjek pembelajar yang unik, bertumbuh, dan bermakna.
Salah satu perubahan fundamental dalam Kurikulum Merdeka adalah penghapusan sistem peringkat (ranking). Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan lahir dari kajian ilmiah, refleksi psikopedagogis, serta kebutuhan zaman yang menuntut pendidikan berkarakter, kolaboratif, dan berkeadilan.
Namun, di tengah semangat merdeka belajar tersebut, Kepala SMP Negeri 4 Abiansemal, Bapak I Made Antara, S.Pd, memberikan arahan bijak dan kontekstual:
> Prestasi tetap perlu diapresiasi, namun tanpa melukai rasa percaya diri dan martabat peserta didik.
Maka lahirlah sebuah kebijakan yang adaptif, arif, dan mendidik.
---
Tanpa Ranking, Tapi Tetap Berprestasi
Walaupun sistem ranking dihapus, SMP Negeri 4 Abiansemal tetap memberikan penghargaan Juara 1, 2, dan 3 pada:
Setiap kelas
Setiap tingkat
Serta Juara Umum 1, 2, dan 3 di masing-masing tingkat
Kebijakan ini bukanlah kontradiksi, melainkan penyempurnaan filosofi pendidikan:
π Menghargai capaian tanpa membandingkan secara menyakitkan.
---
Makna dan Tujuan Pemberian Juara 1, 2, dan 3 per Kelas/Tingkat
π± 1. Pengakuan Prestasi Spesifik
Penghargaan diberikan pada konteks yang setara dan adil, yakni di antara peserta didik dengan usia dan fase perkembangan yang sama. Ini adalah pengakuan atas kerja keras, ketekunan, dan dedikasi.
π₯ 2. Motivasi dan Semangat Bertumbuh
Bukan kompetisi yang menekan, tetapi dorongan untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Anak belajar berjuang, bukan saling menjatuhkan.
π§© 3. Pengembangan Berjenjang
Prestasi pada level kelas dan tingkat menjadi peta awal bakat dan potensi, penting untuk pembinaan akademik maupun nonakademik di masa depan.
⚖️ 4. Fair Play dan Keadilan
Persaingan dilakukan dalam ruang yang homogen dan manusiawi, sehingga setiap anak merasa memiliki peluang yang sama untuk berkembang.
---
Makna dan Tujuan Penetapan Juara Umum per Tingkat
π 1. Mengukur Konsistensi dan Daya Juang
Juara umum tidak lahir dari satu nilai, melainkan dari konsistensi usaha di berbagai bidang dan kesempatan.
π 2. Representasi Keunggulan Menyeluruh
Ia mencerminkan kemampuan holistik: akademik, karakter, disiplin, dan partisipasi aktif.
π️ 3. Puncak Apresiasi
Juara umum adalah simbol prestise kolektif, bukan kesombongan individual.
π 4. Evaluasi Program Pendidikan
Bagi sekolah, capaian ini menjadi cermin efektivitas pembinaan, bukan sekadar angka statistik.
---
Mengapa Ranking Dihapus dalam Kurikulum Merdeka?
1. Fokus pada Kompetensi, Bukan Kompetisi
Setiap anak unik. Pendidikan bukan lomba cepat-cepat sampai garis akhir, melainkan perjalanan bertumbuh sesuai irama masing-masing.
2. Mengurangi Tekanan Psikologis
Berbagai riset menunjukkan ranking dapat memicu:
stres akademik
kecemasan berlebih
ketakutan gagal
burnout sejak dini
Kurikulum Merdeka memilih kelas yang aman, nyaman, dan manusiawi.
3. Mencegah Labeling dan Diskriminasi
Ranking sering tanpa sadar melahirkan:
rasa rendah diri
superioritas semu
perlakuan berbeda dari lingkungan
Pendidikan sejati menolak pelabelan.
4. Penilaian yang Lebih Holistik
Kini penilaian berbasis:
asesmen formatif
projek Profil Pelajar Pancasila
portofolio
kompetensi esensial
Anak dinilai sebagai manusia utuh, bukan angka semata.
5. Menumbuhkan Kolaborasi
Dunia masa depan membutuhkan:
kerja sama
empati
komunikasi
solidaritas
Bukan sekadar juara sendirian.
6. Menanamkan Growth Mindset
Anak diajak membandingkan:
> dirinya hari ini dengan dirinya kemarin
bukan dengan teman di sebelahnya.
7. Menghindari Praktik Tidak Sehat
Tanpa ranking, motivasi belajar bergeser dari:
manipulasi nilai
mencontek
ambisi sempit
menuju kejujuran dan proses yang bermakna.
---
Apa Pengganti Ranking?
Dalam Kurikulum Merdeka, laporan hasil belajar berfokus pada:
deskripsi capaian kompetensi
umpan balik konstruktif guru
portofolio karya
progres perkembangan per fase
Orang tua tidak lagi bertanya “Anak saya ranking berapa?”,
melainkan “Anak saya sudah bisa apa, dan bagaimana saya bisa mendukungnya?”
---
Penutup: Prestasi yang Bermartabat
SMP Negeri 4 Abiansemal memilih jalan tengah yang luhur:
✨ Merdeka tanpa menghilangkan apresiasi
✨ Berprestasi tanpa merendahkan
✨ Unggul tanpa menekan
Inilah wajah pendidikan masa depan—
cerdas dalam pikiran, halus dalam rasa, kuat dalam karakter.
---
#KoranPelangiSpenfourab
#KurikulumMerdeka
#TanpaRankingBukanTanpaPrestasi
#RaporBermakna
#InfoPendidikan
Komentar
Posting Komentar