Bersih Lingkungan Spenfourab
KORAN PELANGI SPENFOURAB
Edisi Perpustakaan Widya Paramartha
SMP Negeri 4 Abiansemal
Senin, 19 Januari 2026 | Pukul 10.30 WITA
Mengemai Disiplin Lingkungan: Sampah Tertib, Sekolah Bermartabat
Arahan Bijak Kepala Sekolah: I Made Antara, S.Pd
Perpustakaan Widya Paramartha kembali menjadi ruang refleksi dan literasi nilai melalui Koran Pelangi SPENFOURAB, sebuah media sekolah yang tidak hanya menyajikan informasi, tetapi juga menanamkan kesadaran ekologis, etika kolektif, dan tanggung jawab bersama. Pada Senin, 19 Januari 2026, tepat pukul 10.30 WITA, Bapak Kepala Sekolah I Made Antara, S.Pd menyampaikan arahan bijak yang menegaskan kembali pentingnya sirkulasi dan pengelolaan sampah sebagai bagian dari pembelajaran karakter dan budaya sekolah.
Arahan ini disampaikan sebagai penguatan terhadap sistem pengangkutan sampah oleh Desa setiap hari Rabu, yang menuntut kesiapan, ketertiban, dan konsistensi seluruh warga sekolah—siswa, guru, pegawai, hingga OSIS.
Sampah sebagai Media Pendidikan Karakter
Dalam amanatnya, Bapak Kepala Sekolah menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar urusan teknis, melainkan proses pendidikan nilai: disiplin, tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan. Sekolah adalah ekosistem belajar; kebersihan adalah bahasa sunyi yang mencerminkan kualitas peradaban.
Ketentuan Teknis Pengelolaan Sampah (Wajib Dipatuhi)
Untuk memastikan sistem berjalan efektif dan selaras dengan jadwal pengangkutan desa, ditetapkan ketentuan berikut:
1. Pemilahan Sampah di Kelas
Sampah tetap dipilah di masing-masing kelas sesuai kategori. Ini melatih kesadaran sejak sumbernya.
2. Waktu Pembuangan Sampah
Sampah dibuang pada jam istirahat atau awal pembelajaran setelah istirahat.
👉 Guru yang mengajar pada jam tersebut wajib mengontrol dan memastikan prosedur berjalan benar.
3. Kampil adalah Satu-satunya Media Pembuangan
⚠️ Seluruh sampah HARUS dibuang ke dalam KAMPIL.
❌ Dilarang keras membuang sampah ke tong sampah.
Imbauan ini harus disampaikan berulang-ulang kepada siswa hingga menjadi kebiasaan kolektif.
4. Kampil Dipenuhi dan Diikat
Setelah kampil terisi penuh, wajib diikat dengan rapi sebagai tanda kesiapan angkut dan tertib administrasi lingkungan.
5. Penanganan Sampah Organik
Sampah organik dibuang ke sumur resapan atau tong plastik khusus, sebagai bagian dari upaya pengelolaan ramah lingkungan.
6. Perubahan Tugas Pegawai
Pegawai yang sebelumnya bertugas membakar sampah, kini beralih fungsi:
Mengawasi siswa saat jam istirahat
Memastikan seluruh sampah masuk ke kampil
Menunggu dan berjaga di area TPA selama jam istirahat
7. Peran Strategis OSIS
Pembina OSIS menyusun Piket OSIS Pengawasan Sampah, dengan penekanan khusus pada:
🗓️ Hari Selasa → Semua sampah harus sudah berada dalam kampil
Hal ini penting karena hari Rabu sampah akan diangkut oleh Desa.
Sekolah Bersih, Pikiran Jernih
Arahan ini menegaskan bahwa kebersihan bukan hasil kebetulan, melainkan buah dari sistem yang ditaati bersama. Melalui langkah-langkah terukur dan pengawasan kolaboratif, SMP Negeri 4 Abiansemal meneguhkan diri sebagai sekolah yang berbudaya, berkarakter, dan berwawasan lingkungan.
Perpustakaan Widya Paramartha mengabadikan momen ini sebagai literasi praksis—bahwa membaca dan menulis tidak berhenti pada buku, tetapi menjelma dalam tindakan nyata menjaga bumi.
Disusun oleh:
Tim Kreatif Koran Pelangi SPENFOURAB
Perpustakaan Widya Paramartha
SMP Negeri 4 Abiansemal
“Bersih lingkungannya, luhur budinya, cerdas pikirannya.”
Komentar
Posting Komentar