KORAN PELANGI SPENFOURAB“Sinergi Desa dan Sekolah Menjadi Cahaya Pendidikan Berkarakter”
“Sinergi Desa dan Sekolah Menjadi Cahaya Pendidikan Berkarakter”
Kamis, 7 Mei 2026
Suasana pagi di SMP Negeri 4 Abiansemal terasa begitu teduh, penuh semangat pengabdian dan nuansa kekeluargaan. Mentari bahkan belum sepenuhnya meninggi ketika langkah kepedulian telah hadir menyapa dunia pendidikan. Tepat pukul 06.00 WITA, Bapak Perbekel (Kepala Desa) Antar Waktu Desa Bongkasa, I Gusti Agung Sumajaya hadir berkunjung ke SMP Negeri 4 Abiansemal dalam rangka monitoring sekaligus memperkuat sinergi desa dengan sekolah demi membangun pendidikan yang aman, religius, humanis, dan berkarakter.
Kedatangan beliau disambut hangat oleh Kepala SMP Negeri 4 Abiansemal, I Made Antara, S. Pd bersama Wakil Kepala Sekolah, Dra. Ni Putu Sriyati. Pertemuan berlangsung dalam suasana santun, harmonis, dan penuh rasa kekeluargaan, mencerminkan semangat gotong royong Bali yang tetap hidup di tengah dinamika pendidikan modern.
Dalam monitoring tersebut, Bapak Perbekel memberikan berbagai masukan positif yang disambut dengan penuh antusias dan keterbukaan oleh pihak sekolah. Beliau menekankan pentingnya keamanan, kedisiplinan, serta pembentukan karakter siswa melalui budaya pelayanan dan keteladanan.
Salah satu perhatian utama adalah keberadaan petugas keamanan di depan sekolah sejak pagi hari. Demi keselamatan dan keamanan siswa-siswi, beliau berharap agar satpam sudah bertugas lebih awal sebelum siswa pertama datang ke sekolah. Menindaklanjuti hal tersebut, Kepala Sekolah I Made Antara, S.Pd dengan sigap dan bijaksana meminta satu anggota LIMAS ditempatkan di depan sekolah untuk membantu pengaturan lalu lintas, penyebrangan siswa, serta membantu tamu yang datang berkunjung ke sekolah.
Pihak Desa Bongkasa pun menunjukkan komitmen nyata dengan siap membantu mengatur jadwal petugas demi terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan tertib. Langkah ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Selain aspek keamanan, perhatian besar juga diberikan pada pembentukan karakter siswa melalui budaya senyum, salam, dan sapa. Bapak Kepala Desa menyampaikan bahwa anak-anak yang datang ke sekolah perlu disambut dengan keramahan, disapa, dan disalami sebagai bentuk pendidikan karakter yang sederhana namun sangat bermakna.
Sesungguhnya budaya tersebut telah dirancang dan dilaksanakan di SMP Negeri 4 Abiansemal, namun masih perlu diperkuat agar berjalan lebih menyeluruh dan konsisten. Menyikapi hal itu, Kepala Sekolah I Made Antara, S.Pd kembali menegaskan dengan penuh keteladanan agar seluruh guru dan pegawai hadir lebih awal. Beliau mengimbau agar paling lambat pukul 06.45 WITA seluruh guru dan pegawai sudah berada di sekolah untuk berjejer menyambut, menyapa, dan menyalami siswa sambil mengamati kedisiplinan mereka.
Dengan penuh kerendahan hati beliau menyampaikan ajakan yang sangat menyentuh:
"Ayo tunda semua pekerjaan beberapa menit, jangan duduk atau tinggal di dalam ruangan. Sekalian kita memberikan contoh kepada siswa."
Ajakan tersebut bukan sekadar instruksi, melainkan spirit pelayanan pendidikan yang humanis dan religius. Kebersamaan guru dan siswa di halaman sekolah saat melaksanakan persembahyangan Trisandya juga kembali ditekankan sebagai penguatan nilai spiritual dan pembentukan karakter berbasis budaya Bali.
Tidak hanya itu, beliau juga mengajak seluruh warga sekolah untuk bersama-sama menghidupkan kembali kebiasaan berkumpul dan sembahyang bersama, termasuk sembahyang pukul 12.00 WITA serta pengawasan siswa saat pulang sekolah. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi pendidikan sejati: disiplin, kasih sayang, keteladanan, dan kebersamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Desa Bongkasa juga menyampaikan rencana mulia untuk membantu penyediaan mobil antar jemput siswa. Program ini diharapkan dapat mengurangi siswa yang datang ke sekolah menggunakan sepeda motor sehingga keselamatan anak-anak semakin terjamin. Langkah ini menjadi bentuk nyata kepedulian desa terhadap masa depan generasi muda.
Tidak berhenti sampai di sana, pihak desa juga siap membantu mengkomunikasikan pembuatan marka zona anak sekolah di jalan sekitar sekolah demi meningkatkan keselamatan lalu lintas bagi siswa-siswi SMP Negeri 4 Abiansemal.
Pertemuan pagi itu terasa begitu hangat, sederhana, namun penuh makna spiritual dan sosial. Sinergi antara desa dan sekolah menghadirkan energi baru bahwa pendidikan terbaik lahir dari kolaborasi yang tulus. Kehadiran pemerintah desa bukan hanya sebagai pemantau, tetapi sebagai sahabat pendidikan yang ikut menanamkan nilai dharma, kepedulian, dan cinta kepada generasi penerus bangsa.
Semangat religius positif kembali terpancar dari keluarga besar SMP Negeri 4 Abiansemal. Dengan hati yang bersatu, sekolah dan desa melangkah bersama membangun pendidikan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga luhur dalam karakter dan spiritualitas.“Keteladanan adalah doa yang berjalan, dan kebersamaan adalah jalan menuju pendidikan yang penuh cahaya.”
– Tim Kreatif Pelangi SPENFOURAB
Komentar
Posting Komentar