Ujian Presentasi Hari ke Dua
π° KORAN PELANGI SPENFOURAB
Edisi Senin, 4 Mei 2026
Oleh Tim Kreatif SMP Negeri 4 Abiansemal
π
Awal Mei, Awal Spirit Ilmiah dan Dharma Pendidikan
Mengawali bulan Mei 2026, suasana akademik di SMP Negeri 4 Abiansemal dipenuhi getaran intelektual dan spiritual. Siswa kelas IX melaksanakan ujian presentasi karya tulis ilmiah hari kedua, sebuah proses yang tidak hanya menguji kemampuan berpikir ilmiah, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dharma dalam menuntut ilmu.
Kegiatan ini menjadi simbol bahwa pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses ngayah intelektual—persembahan suci melalui pikiran, kata, dan karya.
✨ “Ilmu tanpa dharma adalah kosong, tetapi ilmu yang lahir dari ketulusan adalah jalan menuju cahaya kebijaksanaan.”
— Tubaba
π¨π« Kepemimpinan Karismatik dalam Pengawasan Ujian
Kepala SMP Negeri 4 Abiansemal, I Made Antara, S.Pd, menunjukkan kepemimpinan yang penuh dedikasi dengan berkeliling memantau jalannya ujian.
Beliau memasuki beberapa ruang ujian, salah satunya ruang ujian nomor 7, dan dengan penuh kelembutan serta wibawa karismatik, beliau berinteraksi langsung dengan siswa.
Dalam dialognya bersama siswi kelas IX D, Ni Putu Lidya Paramitha Putri, beliau mengajukan pertanyaan reflektif:
Dimana letak kesulitan dalam membuat karya tulis ilmiah?
Apa tujuan dan manfaat karya tulis berjudul “Menjelajahi Keindahan dan Kearifan Budaya Penglipuran”?
Berapa jumlah halaman karya tulis tersebut?
Pertanyaan ini bukan sekadar evaluasi, tetapi juga bentuk pembinaan karakter berpikir kritis dan kesadaran akademik.
πΏ “Seorang pemimpin sejati tidak hanya mengawasi, tetapi menyalakan api kesadaran dalam jiwa peserta didik.”
— Tubaba
π Keteguhan dan Kejujuran dalam Menjawab
Dengan penuh percaya diri, Lidya menjawab secara singkat, padat, dan jelas:
Tidak ada kesulitan berarti karena telah diberikan draf penulisan oleh panitia.
Tujuan karya tulis: menambah wawasan tentang budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal di Desa Penglipuran.
Jumlah halaman: 10 halaman.
Jawaban ini mencerminkan kesiapan, kejujuran, serta pemahaman yang baik terhadap proses ilmiah.
π “Kejujuran dalam ilmu adalah cermin kesucian hati, dan dari sanalah lahir pengetahuan yang bernilai abadi.”
— Tubaba
⚖️ Refleksi: Tantangan dalam Presentasi
Meski berjalan lancar, masih terdapat beberapa tantangan yang menjadi bahan evaluasi:
Sebagian siswa belum mampu menyampaikan presentasi dengan optimal
Ketidaksesuaian antara judul PowerPoint dan laporan cetak
Penguasaan materi yang masih perlu ditingkatkan
Namun, hal ini merupakan bagian dari proses pembelajaran menuju kedewasaan intelektual.
π₯ “Kesalahan bukan akhir dari perjalanan, melainkan pintu masuk menuju kebijaksanaan yang lebih tinggi.”
— Tubaba
π¬ Suara Siswa: Antara Biasa dan Tantangan
Dalam sesi akhir, salah satu siswi kelas IX E, Gusti Ayu Shinta Dewi, menyampaikan kesan dan pesannya:
“Yang saya rasakan biasa saja, tetapi ada kesulitan di sesi tanya jawab.”
Ungkapan sederhana ini menggambarkan realitas proses belajar—bahwa tantangan terbesar sering muncul saat diuji secara mendalam.
πΈ “Keberanian bukan berarti tanpa rasa takut, tetapi tetap melangkah walau hati bergetar.”
— Tubaba
π Penutup: Harapan dan Cahaya Pendidikan
Secara keseluruhan, ujian presentasi karya tulis ilmiah hari kedua ini berjalan lancar dan sesuai harapan seluruh pihak sekolah.
Harapan mulia dari bapak kepala sekolah I Made Antara, S.Pd adalah agar sistem pendidikan di SMP Negeri 4 Abiansemal mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan berkarakter dharmika.
π “Pendidikan sejati bukan hanya mencetak manusia pintar, tetapi membentuk jiwa yang sadar akan dharma dan tujuan hidupnya.”
— Tubaba
π️ SPENFOURAB BERKARYA, DHARMA BERJAYA
Di bawah naungan nilai-nilai luhur dan semangat inovatif, SMP Negeri 4 Abiansemal terus melangkah menjadi pelangi pendidikan—menghadirkan warna ilmu, karakter, dan spiritualitas dalam satu harmoni.
Om Santih, Santih, Santih Om π
Komentar
Posting Komentar