JUSMORA: SULUH PAGI MENJADI MOMEN PENYEGARAN, PENGUATAN KARAKTER, DAN PELEPASAN PURNA TUGAS
KORAN PELANGI SPENFOURAB
Tiada Hari Tanpa Makna
Edisi: Jumat, 31 Juli 2026
JUSMORA: SULUH PAGI MENJADI MOMEN PENYEGARAN, PENGUATAN KARAKTER, DAN PELEPASAN PURNA TUGAS
Oleh: Tim Kreatif SMP Negeri 4 Abiansemal
Program JUSMORA (Jumat Suluh Pagi dan atau Olahraga) pada Jumat, 31 Juli 2026, kembali menjadi ruang pembelajaran karakter bagi seluruh warga SMP Negeri 4 Abiansemal. Pada kesempatan ini, Suluh Pagi dipimpin langsung oleh Kepala SMP Negeri 4 Abiansemal, I Made Antara, S.Pd, yang menyampaikan berbagai informasi penting sekaligus pesan-pesan moral yang sarat nilai kemanusiaan.
Dalam arahannya, beliau menjelaskan bahwa mulai tahun pelajaran ini dilakukan penataan kembali rombongan belajar kelas IX menjadi delapan kelas. Kebijakan tersebut merupakan bentuk penyesuaian terhadap ketentuan yang berlaku sekaligus sebagai upaya menciptakan suasana belajar yang lebih segar, nyaman, dan kondusif.
Beliau mengajak seluruh peserta didik untuk menerima perubahan tersebut dengan hati yang lapang serta tidak menjadikannya sebagai persoalan. Menurut beliau, perpindahan kelas hanyalah bagian dari proses belajar bersama.
"Jangan dipermasalahkan, karena pada akhirnya kita semua tetap akan pulang bersama sebagai keluarga besar SPENFOURAB."
Pesan tersebut mengandung makna bahwa kebersamaan jauh lebih penting daripada sekadar pembagian kelas. Dalam perspektif spiritual Hindu, semangat ini selaras dengan ajaran Tat Tvam Asi, yaitu melihat sesama sebagai bagian dari diri sendiri sehingga persaudaraan selalu diutamakan dibandingkan perbedaan.
Pada penghujung kegiatan, Kepala Sekolah juga menyampaikan kabar yang penuh haru. Beliau mengumumkan bahwa salah seorang guru senior, Ni Wayan Puspawati, S.Pd, akan memasuki masa purna tugas mulai 1 Agustus 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Ibu Ni Wayan Puspawati, S.Pd., menyampaikan ungkapan terima kasih kepada seluruh keluarga besar SMP Negeri 4 Abiansemal atas kebersamaan yang telah terjalin selama mengabdi sebagai pendidik. Dengan penuh ketulusan beliau juga memohon maaf apabila selama bertugas terdapat tutur kata, sikap, maupun tindakan yang kurang berkenan.
Beliau menyampaikan bahwa mulai besok, 1 Agustus 2026, dirinya tidak lagi bertugas sebagai guru di sekolah. Dengan suasana penuh kehangatan dan canda, beliau mengatakan kini akan "beralih tugas menjadi Sri E... Mpu (mengasuh cucu) di rumah." Candaan tersebut disambut senyum dan tawa seluruh peserta Suluh Pagi.
Sebagai penutup, beliau menyampaikan pantun sederhana namun penuh makna:
"Burung cenderawasih terbang ke Papua,
Terima kasih dan sampai jumpa."
Pantun tersebut menjadi penutup yang mengharukan sekaligus meninggalkan kenangan indah bagi seluruh warga sekolah.
Menanggapi momen tersebut, Bapak I Made Antara, S.Pd. menegaskan sebuah pesan yang sangat bermakna:
"Tidak ada bekas guru. Di mana pun nanti bertemu, tetaplah ucapkan salam dan sapa."
Pesan ini mengajarkan bahwa hubungan antara guru dan murid tidak pernah berakhir hanya karena masa tugas telah selesai. Guru tetap menjadi sumber ilmu, teladan, dan doa sepanjang hayat.
Refleksi Spiritual-Teologis Hindu
Dalam ajaran Hindu, seorang guru menempati kedudukan yang sangat mulia. Guru merupakan jalan hadirnya pengetahuan (Vidyā) yang membimbing manusia dari kegelapan menuju terang. Penghormatan kepada guru merupakan bagian dari pelaksanaan dharma.
Perubahan, perpisahan, maupun purna tugas adalah bagian dari hukum Anitya, yaitu bahwa segala sesuatu di dunia bersifat berubah. Namun perubahan tidak menghapus nilai pengabdian yang telah diberikan. Setiap pelayanan tulus kepada pendidikan menjadi Karma Yoga, yakni persembahan kerja tanpa pamrih yang akan berbuah kebajikan.
Semangat yang disampaikan Kepala Sekolah juga mengajarkan bahwa kebersamaan, rasa hormat, dan persaudaraan merupakan fondasi kehidupan sekolah yang harmonis. Ketika peserta didik tetap menghormati gurunya di mana pun bertemu, sesungguhnya mereka sedang mempraktikkan nilai Guru Bhakti, yang menjadi salah satu wujud pengamalan dharma dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga semangat JUSMORA hari ini menjadi suluh yang terus menerangi perjalanan seluruh keluarga besar SMP Negeri 4 Abiansemal, mempererat persaudaraan, menumbuhkan rasa hormat kepada guru, serta membangun generasi yang berkarakter, berbudaya, dan berlandaskan nilai-nilai luhur Hindu.
Om Śāntiḥ Śāntiḥ Śāntiḥ Om.
Komentar
Posting Komentar