Edukasi rasa melalui Prāṇa

🌺 KABALI — Kamis Berbahasa dan Berbudaya Bali

Kamis, 17 September 2026 | “Edukasi Rasa melalui Prāṇa”

Edukasi rasa melalui Prāṇa adalah proses menyelaraskan napas, pikiran, bahasa, dan perilaku agar pendidikan tidak hanya mencerdaskan buddhi, tetapi juga menghaluskan rasa dan membentuk karakter.

Dalam perspektif teologi Hindu Bali, Prāṇa dipahami sebagai daya kehidupan yang menggerakkan manusia untuk berpikir, berkata, dan berbuat secara sadar. Ketika Prāṇa ditata melalui kesadaran napas, Tri Kaya Parisudha menjadi praktik nyata: pikiran suci, perkataan baik, dan perbuatan benar.

Pemikiran Tu Baba:

“Pendidikan sejati bukan hanya mengisi pikiran dengan ilmu, tetapi menghidupkan Prāṇa agar ilmu berbuah rasa, rasa berbuah susila, dan susila berbuah kebijaksanaan.”

🌿 KABALI: Bahasa Bali lestari, budaya Bali berjati diri, Prāṇa teredukasi, rasa tersucikan.

Adab di atas ilmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendisiplinan Rambut sebagai Cerminan Karakter Berbudaya

PENGIMBASAN SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

OSIS SPENFOURAB Menyemai Dharma melalui Pemilahan Sampah