KABALI — KAMIS BERBAHASA BALI Kamis, 3 September 2026๐Ÿ“š “Angabiasaken Basa Bali Majalaran Pangenter Acara”

๐ŸŒบ KABALI — KAMIS BERBAHASA BALI 
Kamis, 3 September 2026
๐Ÿ“š “Angabiasaken Basa Bali Majalaran Pangenter Acara”

Bahasa Bali bukan sekadar alat komunikasi, tetapi merupakan wahana pengetahuan, etika, identitas, dan pembentukan karakter. Melalui Program KABALI (Kamis Berbahasa Bali), peserta didik dibiasakan menggunakan Bahasa Bali dalam situasi nyata, salah satunya melalui keterampilan menjadi pangenter acara atau pembawa acara.

Dalam perspektif Teologi Hindu Bali, kemampuan berbahasa dengan baik merupakan bagian dari susila—bagaimana seseorang menempatkan dirinya melalui tutur kata yang santun, tepat, dan bertanggung jawab. Wacika sebagai bagian dari Tri Kaya Parisudha mengajarkan bahwa perkataan hendaknya benar, baik, bermanfaat, dan tidak menyakiti.

๐Ÿ•‰️ Pemikiran Tu Baba
Menurut pemikiran Tu Baba, “Basa sane kaanggen, karakter sane kawangun; tutur sane becik, budaya sane lestari.” Bahasa yang dibiasakan bukan hanya melatih kemampuan berbicara, tetapi perlahan membentuk cara berpikir, sikap, kepercayaan diri, dan kesadaran budaya.

Menjadi pangenter acara memberikan ruang kepada siswa untuk belajar: 
✨ Ngresepang tata titi — memahami etika dan tata krama;
✨ Nglatih wicara — membangun keberanian dan keterampilan komunikasi.✨ Nunas pangaksama — membangun kerendahan hati;
✨ Ngaturang pangajap — menyampaikan harapan dengan santun;
✨ Ngaturang pawarah-warah — menyampaikan informasi secara tertib;

Secara pedagogis, pembiasaan ini mempertemukan bahasa, sastra, budaya, dan karakter dalam satu pengalaman belajar yang kontekstual. Siswa tidak hanya mengetahui Bahasa Bali, tetapi menggunakannya, menghayatinya, dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari.

๐ŸŒฟ KABALI bukan sekadar Kamis berbahasa Bali. KABALI adalah ruang untuk menghidupkan bahasa, menguatkan karakter, dan melestarikan jati diri Bali.

“Basa Bali urip, yening terus kaanggen.
Budaya Bali lestari, yening terus kauripang.”

๐Ÿ™ Angajegang basa, ngukuhin budaya, ngwangun karakter, nyujur ring kahuripan sane becik.

#KABALI
#KamisBerbahasaBali
#AngabiasakenBasaBali
#PangenterAcara
#BahasaBali
#TriKayaParisudha
#WacikaParisudha
#TeologiHinduBali
#PendidikanKarakter
#PelestarianBudayaBali
#PemikiranTuBaba

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendisiplinan Rambut sebagai Cerminan Karakter Berbudaya

PENGIMBASAN SISTEM PENJAMINAN MUTU PENDIDIKAN

OSIS SPENFOURAB Menyemai Dharma melalui Pemilahan Sampah