KETIKA PENDIDIKAN MENJADI JEMBATAN BUDAYA
ππ KETIKA PENDIDIKAN MENJADI JEMBATAN BUDAYA
Selasa, 7 September 2026 | Pukul 12.30 WITA
π« SMP Negeri 4 Abiansemal
SMP Negeri 4 Abiansemal kembali mendapat kunjungan dua orang wisatawan asal Spanyol yang berkesempatan melihat secara langsung proses pembelajaran guru SPENFOURAB di dalam kelas.
Kunjungan sederhana ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar aktivitas wisata. Ruang kelas menjadi ruang perjumpaan antarmanusia, antarkebudayaan, dan antarperspektif. Pendidikan memperlihatkan bahwa pengetahuan tidak mengenal batas geografis; ia tumbuh ketika manusia saling melihat, memahami, dan menghargai.
Dalam perspektif Teologi Hindu Bali, perjumpaan semacam ini dapat dimaknai sebagai praktik Tat Twam Asi—kesadaran bahwa diri kita memiliki keterhubungan dengan kehidupan yang lain. Perbedaan bahasa, bangsa, budaya, dan latar belakang bukan alasan untuk berjarak, melainkan kesempatan untuk membangun keharmonisan.
Guru yang mengajar dengan ketulusan bukan hanya menyampaikan materi, tetapi sedang menjalankan dharma pendidikan: menyalakan pengetahuan, membentuk karakter, dan menghadirkan nilai kemanusiaan. Sebagaimana hakikat vidyΔ, pengetahuan semestinya menerangi kehidupan dan membawa manusia menuju kesadaran yang lebih baik.
Bagi SPENFOURAB, kunjungan ini menjadi sebuah refleksi positif: ketika pendidikan dijalankan dengan tulus, sekolah dapat menjadi ruang budaya yang terbuka bagi dunia.
πΏ Pendidikan adalah yadnya pengetahuan; guru adalah pengabdi dharma; dan setiap perjumpaan adalah kesempatan untuk belajar tentang kehidupan.
π Om ΕΔntiαΈ₯ ΕΔntiαΈ₯ ΕΔntiαΈ₯ Om.
#KoranPelangiSPENFOURAB
#SMPNegeri4Abiansemal
#SPENFOURAB
#PendidikanBerbudaya
#TatTwamAsi
#DharmaPendidikan
#TeologiHinduBali
#PendidikanUntukDunia
#BaliBangkitkanApresiasiLestarikanIdentitas
Komentar
Posting Komentar