PESAN DAN KESANDalam Rangka Purna Tugas Bapak I Made Antara, S.Pd.
PESAN DAN KESAN
Dalam Rangka Purna Tugas Bapak I Made Antara, S.Pd.
Kepala SMP Negeri 4 Abiansemal
Om Swastyastu,
Yang kami hormati Bapak I Made Antara, S.Pd.,
para guru dan tenaga kependidikan SMP Negeri 4 Abiansemal,
serta seluruh keluarga besar Spenfourab yang saya banggakan.
Pada kesempatan yang penuh makna ini, izinkan saya menyampaikan pesan dan kesan atas purna tugas Bapak I Made Antara, S.Pd.
Purna tugas bukanlah akhir dari sebuah pengabdian. Dalam perspektif Hindu Bali, perjalanan manusia adalah yātrā, sebuah perjalanan dharma dari satu tahap kehidupan menuju tahap berikutnya.
Sebagaimana konsep Catur Āśrama, kehidupan manusia memiliki tahapan dan kewajiban yang berkembang sesuai dengan usia dan tanggung jawabnya. Maka, ketika seseorang memasuki masa purna tugas, bukan berarti dharmanya berhenti, melainkan bentuk dharma itu mengalami transformasi.
Kesan: Jejak Kepemimpinan yang Menjadi Warisan
Bapak I Made Antara bagi kami bukan hanya seorang kepala sekolah, tetapi bagian dari perjalanan sejarah SMP Negeri 4 Abiansemal.
Seorang pemimpin pendidikan tidak hanya meninggalkan program, administrasi, gedung, atau dokumen. Yang jauh lebih penting adalah meninggalkan nilai, keteladanan, budaya kerja, dan jejak kemanusiaan.
Dalam pandangan Hindu, tindakan manusia tidak berhenti ketika tindakan itu selesai dilakukan. Setiap tindakan meninggalkan saṃskāra, jejak yang membentuk kehidupan berikutnya.
Karena itu, pengabdian seorang guru dan pemimpin pendidikan sesungguhnya memiliki dimensi yang sangat dalam.
Ilmu yang diberikan menjadi pengetahuan.
Keteladanan yang diberikan menjadi karakter.
Kebaikan yang diberikan menjadi kenangan.
Dan pengabdian yang tulus menjadi warisan dharma.
Di sinilah saya memahami pemikiran Tu Baba:
> **“Jabatan boleh berakhir, tetapi jejak dharma tidak pernah pensiun.”**
Ketika jabatan selesai, manusia tidak kehilangan makna. Justru pada titik itulah kita dapat melihat bahwa nilai seseorang bukan semata-mata dari posisi yang pernah didudukinya, tetapi dari seberapa banyak kehidupan yang pernah disentuhnya dengan kebaikan.
Perspektif Teologi Hindu Bali
Dalam ajaran Tat Twam Asi, kita memahami bahwa diri kita tidak terpisahkan dari kehidupan orang lain.
Maka, ketika seorang pemimpin mendidik guru, guru mendidik siswa, dan siswa kemudian menjadi manusia yang bermanfaat bagi masyarakat, terbentuklah sebuah rantai dharma.
Guru memberikan ilmu kepada siswa.
Siswa membawa ilmu itu ke tengah masyarakat.
Masyarakat kemudian menjadi lebih berpengetahuan.
Dari sana lahirlah kembali generasi yang mendidik generasi berikutnya.
Inilah yang dapat kita lihat sebagai siklus dharma pendidikan.
Dalam perspektif Tri Kaya Parisudha, pengabdian pun dapat direnungkan melalui tiga dimensi:
Manacika — berpikir baik,
Wacika — berkata baik,
Kayika — berbuat baik.
Ketiganya menjadi fondasi kepemimpinan yang manusiawi.
Dan ketika ketiganya berjalan seimbang, kepemimpinan tidak hanya menghasilkan pencapaian administratif, tetapi juga menghasilkan budaya sekolah yang berkarakter.
Pesan untuk Bapak I Made Antara
Bapak I Made Antara,
Hari ini kami tidak sedang mengucapkan selamat tinggal kepada seorang guru dan pemimpin.
Kami sedang mengucapkan:
“Selamat memasuki babak dharma berikutnya.”
Setelah sekian lama mengemban tanggung jawab pendidikan, semoga masa purna tugas menjadi ruang untuk menikmati kehidupan dengan lebih tenang.
Lebih banyak waktu untuk keluarga.
Lebih banyak waktu untuk ngayah.
Lebih banyak waktu untuk membaca, merenung, berkarya, dan berbagi pengalaman.
Karena menurut pemikiran Tu Baba:
> **“Purna tugas bukan berhenti berkarya; purna tugas adalah saat karya tidak lagi dibatasi oleh meja dan jabatan.”**
Jika dahulu langkah Bapak banyak diarahkan oleh tanggung jawab institusi, semoga setelah ini langkah Bapak semakin luas diarahkan oleh dharma, keluarga, kesehatan, kebahagiaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pesan untuk Keluarga Besar Spenfourab
Bagi kami yang masih melanjutkan perjalanan di SMP Negeri 4 Abiansemal, purna tugas seorang pemimpin juga merupakan momentum refleksi.
Kepemimpinan boleh berganti.
Generasi boleh berganti.
Kurikulum boleh berkembang.
Teknologi boleh berubah.
Namun nilai dasar pendidikan harus tetap dijaga:
mendidik manusia agar berilmu, berkarakter, berbudaya, dan memiliki kesadaran dharma.
Sebagaimana semangat yang terus kita bangun di Spenfourab:
Merdeka Baca, Jadi Juara.
Namun kemenangan sejati dalam pendidikan bukan sekadar menjadi juara lomba.
Kemenangan sejati adalah ketika anak-anak kita tumbuh menjadi manusia yang jujur, santun, cerdas, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi sesama.
Sedikit Pantun untuk Bapak
Pergi ke pasar membeli pepaya,
Pulangnya mampir membeli ketan.
Walau Bapak sudah purna karya,
Jangan lupa kami tetap diingatkan.
---
Naik sepeda menuju Mengwi,
Singgah sebentar membeli jamu.
Dulu Bapak datang pagi sekali,
Sekarang boleh datang kalau rindu!
---
Ke Abiansemal membawa talas,
Talas dimakan bersama kelapa.
Kalau dulu rapat harus bergegas,
Sekarang bangun tidur tidak perlu pasang alarm kepala sekolah! 😄
---
Burung perkutut terbang ke taman,
Hinggap sebentar di atas dahan.
Purna tugas bukanlah kehilangan,
Tetapi waktunya menikmati kehidupan.
Penutup
Bapak I Made Antara yang kami hormati,
Atas nama keluarga besar SMP Negeri 4 Abiansemal, kami menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya atas segala pengabdian, kepemimpinan, pemikiran, tenaga, waktu, perhatian, dan keteladanan yang telah diberikan.
Apabila selama perjalanan bersama terdapat kata yang kurang berkenan, sikap yang kurang sempurna, atau tindakan yang belum sesuai harapan, pada kesempatan yang baik ini kami memohon maaf.
Sebaliknya, segala kebaikan yang telah Bapak berikan akan kami simpan sebagai bagian dari sejarah perjalanan Spenfourab.
Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa memberikan:
kerahayuan, kesehatan, kedamaian, panjang umur, kebahagiaan, dan kesejahteraan kepada Bapak beserta keluarga.
Semoga setiap langkah setelah purna tugas menjadi langkah yang semakin dekat dengan dharma.
Karena pada akhirnya, sebagaimana pemikiran Tu Baba:
> **“Manusia tidak diukur dari berapa lama ia memegang jabatan, tetapi dari berapa banyak kebaikan yang tetap hidup setelah ia meninggalkan jabatan.”**
Jabatan selesai.
Pengabdian berlanjut.
Kenangan menetap.
Dharma tetap berjalan.
Selamat memasuki masa purna tugas,
Bapak I Made Antara, S.Pd.
Terima kasih atas pengabdian Bapak.
Om Santih, Santih, Santih Om.
Komentar
Posting Komentar