BUSI: RABU LITERASI
๐ฐ KORAN PELANGI WIDYA PARAMARTHA
SMP NEGERI 4 ABIANSEMAL — SPENFOURAB
Rabu, 7 Oktober 2026
BUSI: RABU LITERASI
“Membaca Masa Depan, Menemukan Jalan Pendidikan, Menguatkan Karakter Kebangsaan”
Sosialisasi SMA Kemala Taruna Bhayangkara oleh Polsek Abiansemal bersama Babinsa Desa Bongkasa
Literasi Bukan Sekadar Membaca, tetapi Menemukan Arah Kehidupan
Rabu, 7 Oktober 2026, program BUSI (Rabu Literasi) di SMP Negeri 4 Abiansemal kembali menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan inspiratif. Kegiatan kali ini diisi oleh Kepolisian Polsek Abiansemal bersama Babinsa Desa Bongkasa melalui sosialisasi mengenai SMA Kemala Taruna Bhayangkara di Mulawarman/Bogor sebagai salah satu alternatif pendidikan bagi generasi muda yang memiliki semangat belajar, kedisiplinan, karakter, dan cita-cita membangun masa depan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari penguatan budaya literasi di lingkungan SPENFOURAB. Literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca teks, tetapi juga sebagai kemampuan membaca peluang, membaca lingkungan, membaca perubahan zaman, dan membaca potensi diri.
Dengan demikian, BUSI menjadi ruang perjumpaan antara pengetahuan sekolah, pengalaman kehidupan, informasi pendidikan, serta pembentukan karakter kebangsaan.
PENDIDIKAN SEBAGAI JALAN MENEMUKAN JATI DIRI
Sosialisasi mengenai SMA Kemala Taruna Bhayangkara memberikan wawasan kepada peserta didik bahwa setelah menyelesaikan pendidikan SMP, terdapat berbagai pilihan pendidikan lanjutan yang dapat ditempuh sesuai dengan potensi, minat, karakter, dan cita-cita masing-masing.
Informasi yang disampaikan oleh unsur Polsek Abiansemal dan Babinsa Desa Bongkasa menjadi jendela pengetahuan bagi siswa untuk mengenal lebih jauh dunia pendidikan kedinasan, pembinaan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan.
Bagi peserta didik, informasi semacam ini sangat penting karena keputusan mengenai pendidikan lanjutan sebaiknya tidak lahir dari ikut-ikutan, melainkan melalui proses:
mengenal → memahami → mempertimbangkan → memilih → bertanggung jawab.
DIMENSI ILMIAH: LITERASI UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Secara pedagogis, kegiatan literasi yang menghadirkan narasumber dari luar sekolah memberikan pengalaman belajar autentik.
Peserta didik tidak hanya menerima materi dari buku, tetapi berinteraksi langsung dengan pihak yang memiliki pengalaman dan pengetahuan mengenai dunia pendidikan, kedisiplinan, keamanan, serta kehidupan bermasyarakat.
Dalam perspektif pendidikan modern, pengalaman tersebut dapat memperkuat beberapa kompetensi:
1. Literasi informasi
Siswa belajar memperoleh dan memahami informasi dari sumber yang relevan.
2. Literasi keputusan
Siswa belajar membandingkan pilihan pendidikan berdasarkan kebutuhan dan kemampuan diri.
3. Literasi sosial
Siswa memahami peran institusi kepolisian dan TNI dalam kehidupan masyarakat.
4. Literasi karakter
Siswa memahami pentingnya disiplin, tanggung jawab, integritas, dan kepemimpinan.
5. Literasi masa depan
Siswa mulai menyusun gambaran tentang pendidikan dan profesi yang ingin ditempuh.
๐️ PERSPEKTIF SPIRITUAL-TEOLOGI HINDU BALI
Dalam pandangan Hindu Bali, pendidikan bukan hanya proses mencerdaskan budhi, tetapi juga proses menyelaraskan manacika, wacika, dan kayika.
Maka, pendidikan yang ideal bukan hanya menghasilkan siswa yang pintar, tetapi manusia yang mampu menggunakan kepintarannya untuk kebaikan.
Keberhasilan pendidikan pada akhirnya bukan semata-mata tentang “aku menjadi hebat”, tetapi tentang bagaimana kemampuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat bagi sesama.
Vidya dadฤti vinayam
Pengetahuan melahirkan kerendahan hati.
Ilmu yang benar semestinya membuat seseorang semakin berkarakter, semakin disiplin, semakin bertanggung jawab, dan semakin mampu menghormati orang lain.
Kehadiran Polsek Abiansemal bersama Babinsa Desa Bongkasa dalam kegiatan BUSI menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah.
Pendidikan adalah tanggung jawab bersama:
keluarga + sekolah + masyarakat + negara.
Sekolah memberikan ilmu.
Keluarga memberikan kasih dan keteladanan.
Masyarakat memberikan ruang pengalaman.
Institusi negara memberikan perlindungan, pembinaan, serta wawasan kebangsaan.
Sinergi tersebut menjadi kekuatan penting dalam membentuk generasi muda yang memiliki kecerdasan, karakter, disiplin, kepedulian sosial, dan rasa cinta tanah air.
๐ก️ PESAN BABINSA: DISIPLIN, KESELAMATAN, DAN KEPERCAYAAN DIRI
Dalam kesempatan tersebut, Babinsa Desa Bongkasa menegaskan kepada seluruh siswa-siswi agar tidak mengendarai sepeda motor, karena masih belum cukup umur dan belum memenuhi ketentuan untuk berkendara secara mandiri.
Pesan tersebut bukan semata-mata larangan, melainkan bentuk kepedulian terhadap keselamatan, kedisiplinan, dan masa depan peserta didik. Siswa diharapkan lebih percaya diri, memiliki mental yang sigap, berani, tanggap, dan bertanggung jawab dalam menghadapi berbagai situasi.
Tim Redaksi memaknai pesan ini sebagai pendidikan karakter: taat aturan bukan tanda kelemahan, melainkan bukti kedewasaan dalam menjaga diri dan menghormati keselamatan bersama.
๐ BUSI: DARI BUDAYA MEMBACA MENUJU BUDAYA BERPIKIR
Program BUSI (Rabu Literasi) SPENFOURAB semakin menunjukkan bahwa literasi dapat dikembangkan melalui berbagai pendekatan.
Literasi tidak harus selalu berlangsung di perpustakaan.
Literasi dapat berlangsung:
๐ melalui buku,
๐ค melalui dialog,
๐ฎ melalui sosialisasi kepolisian,
๐ช melalui wawasan kebangsaan,
๐ฑ melalui pengalaman lingkungan,
๐ก melalui refleksi diri,
๐ค melalui interaksi sosial.
Dengan demikian, BUSI menjadi ruang belajar yang hidup.
๐ฟ CATATAN REDAKSI
“Anak Muda Hari Ini adalah Peradaban Esok Hari”
Tim Redaksi Koran Pelangi Widya Paramartha SPENFOURAB memandang kegiatan BUSI hari ini sebagai momentum penting untuk membuka wawasan peserta didik mengenai pilihan pendidikan dan masa depan.
Kami percaya bahwa setiap anak memiliki jalan hidupnya masing-masing.
Tidak semua harus menjadi polisi.
Tidak semua harus menjadi tentara.
Tidak semua harus menjadi guru.
Tidak semua harus menjadi dokter.
Namun setiap anak harus memiliki kesempatan untuk menjadi manusia yang berilmu, berkarakter, berintegritas, dan bermanfaat.
Karena itu, tugas pendidikan bukan menyeragamkan cita-cita, tetapi menumbuhkan potensi dan membantu anak menemukan jalan terbaik bagi dirinya.
✨ REFLEKSI HARI INI
Bacalah buku untuk mengetahui dunia.
Bacalah guru untuk menemukan arah.
Bacalah masyarakat untuk memahami kehidupan.
Bacalah diri sendiri untuk menemukan jati diri.
Dalam perspektif Hindu Bali:
ฤtman adalah kesadaran yang harus dimuliakan.
Vidya adalah pengetahuan yang harus dikembangkan.
Dharma adalah jalan yang harus dijalankan.
Maka pendidikan sejati adalah perjalanan:
Dari tahu → menjadi paham → menjadi bijaksana → kemudian bermanfaat.
๐ชท SALAM LITERASI SPENFOURAB
“Merdeka Baca, Jadi Juara.”
Bukan sekadar juara dalam perlombaan, tetapi juara dalam mengalahkan kemalasan, mengendalikan diri, menghormati sesama, menjaga disiplin, dan berani membangun masa depan.
Koran Pelangi Widya Paramartha
SMP Negeri 4 Abiansemal
Rabu, 7 Oktober 2026
“Belajar adalah perjalanan; karakter adalah kendaraan; Dharma adalah arah.”
Komentar
Posting Komentar