Mewujudkan Ruang Belajar Nyata dan Maya
Mewujudkan Ruang Belajar Nyata dan Maya: Prosesi Sakral Ngadegan & Pralina Gedung
Di dalam kosmologi Hindu, setiap pembangunan fisik bukan sekadar penyusunan material tanah, semen, dan baja, melainkan sebuah transformasi spiritual dari elemen alam (Panca Maha Bhuta) menjadi wadah kehidupan yang berjiwa (Sthanan).
Mencermati pemikiran Tu Baba, keberadaan fasilitas pendidikan seperti Gedung Perpustakaan, Laboratorium IPA, dan Ruang Kelas Baru (RKB) merupakan representasi Candi Widya—tembok-tembok tempat ilmu pengetahuan dan kebenaran (Jnana) ditanamkan.
Aspek Dewa Yajna & Pemikiran Tu Baba:
Upakara Ngadegan Sanghyang Wiswakarma (Dewa Undagi):
Mengagungkan Bhatara Wiswakarma sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam aspek Arsitek Agung Alam Semesta. Upakara ini memohon Taksu, presisi, ketahanan, serta keselamatan (Nirmala) bagi para undagi (pekerja) dan seluruh civitas SMP Negeri 4 Abiansemal selama proses konstruksi berlangsung.
Upakara Nuntun Candi & Tembok:
Langkah awal spiritual untuk 'memanggil' kesucian dan menyelaraskan energi bangunan baru. Tembok dan struktur candi diritualkan agar tidak hanya kokoh secara fisik, tetapi juga memancarkan vibrasi positif untuk mendukung proses pembelajaran.
Upakara Pralina (Peleburan Gedung Lama):
Prosesi penghormatan dan pemulihan fungsi (Pralina) terhadap gedung perpustakaan dan lab lama sebelum pembongkaran. Secara teologis, pralina bukanlah pemusnahan melainkan pemulihan cetakan materi (Utpatti, Stiti, Pralina) kembali ke asal-usulnya (Sewa-Loka), menyampaikan terima kasih atas jasa bangunan lama yang telah menaungi ribuan benih ilmu.
Mugi-mugi pemutus karya puniki berjalan lancar, para undagi terhindar dari marabahaya, lan gedung anyar prasida ngicenin karahayuan ring para sisya lan guru.
Om Shanti, Shanti, Shanti Om 🙏✨
Komentar
Posting Komentar