SEBARIS
📰 KORAN PELANGI WIDYA PARAMARTHA
SMP NEGERI 4 ABIANSEMAL — SPENFOURAB
Selasa, 6 Oktober 2026
🌏 SEBARIS: Selasa Berbahasa Inggris, Menumbuhkan Disiplin, Kepercayaan Diri, dan Karakter Global
SMP Negeri 4 Abiansemal kembali menghidupkan budaya literasi komunikasi melalui program SEBARIS (Selasa Berbahasa Inggris), Selasa, 6 Oktober 2026. Program ini bukan sekadar latihan berbicara dalam bahasa asing, tetapi menjadi ruang pendidikan karakter untuk membangun keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, kesantunan, dan kemampuan berkomunikasi peserta didik.
Kegiatan SEBARIS kali ini berlangsung dengan pendekatan yang edukatif dan dialogis. Bapak I Putu Gde Sunu Arta, S.Pd. memanggil beberapa siswa yang masih melakukan pelanggaran terhadap budaya dan tata tertib sekolah, khususnya berkaitan dengan ketentuan kerapian rambut, yaitu Gusmang, Maiky, dan Saiko. Sementara itu, Ibu I Gusti Ayu Sri Susanti, S.Pd. memberikan pembinaan kepada Desta, yang masih sering belum memasukkan baju sesuai ketentuan seragam sekolah.
Menariknya, pembinaan tidak berhenti pada teguran. Para siswa diarahkan untuk berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dengan memperkenalkan diri. Pendekatan ini memberikan pesan penting bahwa disiplin tidak semata-mata berbicara tentang aturan, tetapi juga tentang kesempatan untuk memperbaiki diri melalui pengalaman belajar yang bermakna.
🇬🇧 Dari Pelanggaran Menuju Pembelajaran
Dalam perspektif pendidikan positif, kesalahan peserta didik sebaiknya menjadi data pembelajaran, bukan sekadar alasan untuk memberikan hukuman. Ketika siswa yang melakukan pelanggaran diberi kesempatan untuk berbicara, memperkenalkan diri, dan tampil di hadapan teman-temannya, mereka sedang dilatih untuk membangun keberanian, kesadaran diri, serta tanggung jawab sosial.
Pemikiran Tim Redaksi Pelangi Widya Paramartha melihat bahwa budaya disiplin yang sehat adalah disiplin yang mengantarkan peserta didik dari “takut karena aturan” menuju “sadar karena nilai.”
Dalam perspektif Hindu Bali, hal tersebut dapat dipahami melalui prinsip Tri Kaya Parisudha—menyucikan pikiran (manacika), perkataan (wacika), dan perbuatan (kayika). Kerapian diri merupakan bagian dari perilaku yang mencerminkan penghargaan terhadap diri sendiri, sekolah, guru, dan lingkungan pendidikan.
Disiplin lahiriah menjadi lebih bermakna apabila bertumbuh menjadi kesadaran batiniah.
🎤 Nomor Urut 6: Berani Berbicara, Berani Bermimpi
Setelah sesi pembinaan, Bapak I Putu Gde Sunu Arta, S.Pd. memanggil siswa dengan nomor urut 6 pada masing-masing tingkat. Mereka mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan diri menggunakan bahasa Inggris, sekaligus menyampaikan hobi dan cita-cita.
Kegiatan sederhana ini memiliki nilai pedagogis yang kuat. Peserta didik tidak hanya menghafalkan kosakata bahasa Inggris, tetapi belajar menyampaikan identitas, minat, dan harapan masa depan.
Pertanyaan sederhana seperti:
“What is your name?”
“What is your hobby?”
“What is your dream?”
sesungguhnya membuka ruang refleksi yang lebih luas: Siapa saya? Apa yang saya sukai? Dan manusia seperti apa yang ingin saya menjadi di masa depan?
Dalam pandangan Tim Redaksi, kemampuan berbahasa adalah salah satu sarana untuk memperluas cakrawala. Bahasa membuka komunikasi; komunikasi membuka pemahaman; pemahaman melahirkan kerja sama; dan kerja sama membangun peradaban.
🪷 Bahasa, Budaya, dan Karakter
SEBARIS menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Lingkungan sekolah dapat menjadi laboratorium bahasa yang hidup.
Semangat tersebut selaras dengan nilai Widya Paramartha: pengetahuan bukan sekadar untuk diketahui, tetapi untuk membentuk manusia yang lebih berkarakter.
Dalam perspektif spiritual-teologis Hindu Bali, pendidikan dapat dipandang sebagai perjalanan avidyā menuju vidyā—dari ketidaktahuan menuju pengetahuan, dari ketidakdisiplinan menuju kesadaran, serta dari potensi menuju kematangan diri.
Pemikiran Tim Redaksi merumuskan:
> **“Sekolah bukan tempat mencari manusia yang tidak pernah salah, melainkan tempat mendidik manusia agar mampu menyadari kesalahan, memperbaiki diri, dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.”**
📢 Pengumuman Kelas Internasional
SEBARIS kali ini ditutup dengan pengumuman khusus bagi siswa-siswi kelas VII yang mengikuti Kelas Internasional.
Setelah kegiatan SEBARIS selesai, para peserta didik dimohon berkumpul di depan ruang Kaur untuk menerima arahan penting dari Bapak I Putu Gde Sunu Arta, S.Pd.
Arahan tersebut menjadi bagian dari penguatan kesiapan peserta didik dalam mengikuti program Kelas Internasional, khususnya dalam membangun kemampuan komunikasi, kedisiplinan, tanggung jawab, dan wawasan global.
🌱 SEBARIS: Satu Hari, Satu Bahasa, Satu Langkah Menuju Masa Depan
SEBARIS bukan hanya tentang speaking English. Lebih jauh, SEBARIS merupakan ruang pembiasaan untuk membangun confidence, discipline, responsibility, communication, dan character.
Sebagaimana filosofi pendidikan yang menempatkan ilmu dan adab sebagai satu kesatuan, peserta didik SPENFOURAB diharapkan tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga santun dalam perkataan, tertib dalam tindakan, percaya diri dalam komunikasi, dan teguh dalam karakter.
Tim Redaksi Pelangi Widya Paramartha meyakini bahwa pendidikan yang baik bukan hanya membuat anak mampu menjawab pertanyaan, tetapi juga membantu mereka menemukan jawaban atas pertanyaan yang lebih penting:
“Siapakah saya, apa cita-cita saya, dan kebaikan apa yang dapat saya berikan bagi dunia?”
✨ SPENFOURAB
Belajar • Berkarakter • Berbudaya • Berwawasan Global
Koran Pelangi Widya Paramartha
SMP Negeri 4 Abiansemal
Selasa, 6 Oktober 2026
Komentar
Posting Komentar