Membangun Disiplin dan Etika Siswa di SMP Negeri 4 Abiansemal

Rabu Literasi sebagai Cermin Dharma Śikṣā: Membangun Disiplin dan Etika Siswa di SMP Negeri 4 Abiansemal melalui Nilai-Nilai Hindu
---

Abstrak

Program Rabu Literasi yang dilaksanakan setiap pekan di SMP Negeri 4 Abiansemal merupakan bentuk pembelajaran transformatif berbasis karakter. Pada tanggal 28 Mei 2025, melalui arahan dari Wakil Kepala Sekolah, Bapak I Nyoman Podiarta, S.Pd., siswa dihimbau untuk menghindari perbuatan yang tidak pantas di lingkungan sekolah, menjaga etika dalam kegiatan sosialisasi jenjang lanjut (SMA/SMK), serta membawa bekal sebagai bentuk persiapan dan kemandirian. Penekanan ini menunjukkan integrasi antara nilai-nilai Hindu seperti śīla, dama, dan satya dalam proses pendidikan. Artikel ini membahas peran disiplin dan literasi dalam membentuk karakter siswa melalui landasan sloka-sloka suci Weda.


---

Pendahuluan

Pendidikan dalam perspektif Hindu tidak semata-mata penguasaan intelektual, tetapi juga penguatan moral, spiritual, dan etika. Program Rabu Literasi di SMP Negeri 4 Abiansemal merupakan langkah strategis dalam membentuk manusia satwika melalui pembiasaan membaca, merenung, dan memahami nilai luhur. Himbauan untuk menghindari perilaku buruk, membawa bekal, dan menjaga sikap sopan mencerminkan upaya internalisasi dharma dalam kehidupan pelajar.


---

Kutipan Sloka Hindu

1. Sloka tentang pengendalian diri dan kedisiplinan

Sanskerta:
शमो दमस्तपः शौचं क्षान्तिरार्जवमेव च।
ज्ञानं विज्ञानमास्तिक्यं ब्रह्मकर्म स्वभावजम्॥

Transliterasi:
śamo damaḥ tapaḥ śaucaṁ
kṣāntir ārjavam eva ca
jñānaṁ vijñānam āstikyaṁ
brahma-karma svabhāva-jam

(Bhagavad Gītā 18.42)

Makna:
Kedamaian batin (śama), pengendalian diri (dama), tapa, kesucian, kesabaran, kejujuran, pengetahuan, kebijaksanaan, dan keyakinan kepada Tuhan adalah sifat-sifat yang lahir dari kodrat seorang Brahmana.

Relevansi:
Anjuran untuk menghindari tindakan kurang baik di sekolah adalah bentuk pelaksanaan dama (pengendalian diri) yang harus dibina sejak dini dalam dunia pendidikan.


---

2. Sloka tentang etika dalam bersosialisasi dan menjaga nama baik

Sanskerta:
सत्यं ब्रूयात् प्रियं ब्रूयात् न ब्रूयात् सत्यमप्रियं।
प्रियं च नानृतं ब्रूयात् एष धर्मः सनातनः॥

Transliterasi:
satyam brūyāt priyaṁ brūyāt
na brūyāt satyam apriyam
priyaṁ ca nānṛtaṁ brūyāt
eṣa dharmaḥ sanātanaḥ

(Manusmṛti IV.138)

Makna:
Berkatalah benar dan menyenangkan, jangan berkata benar jika menyakitkan, dan jangan berkata bohong demi menyenangkan. Inilah dharma yang abadi.

Relevansi:
Sikap siswa dalam sosialisasi di aula sekolah hendaknya mencerminkan kesantunan dalam ucapan dan tingkah laku. Etika berbicara dan bersikap adalah bagian dari dharma sanātana yang harus dijaga oleh seluruh siswa, khususnya kelas 9.


---

3. Sloka tentang pentingnya membawa bekal dan kemandirian

Sanskerta:
न हि ज्ञानेन सदृशं पवित्रमिह विद्यते।
तत्स्वयं योगसंसिद्धः कालेनात्मनि विन्दति॥

Transliterasi:
na hi jñānena sadṛśaṁ
pavitram iha vidyate
tat svayaṁ yoga-saṁsiddhaḥ
kālena ātmani vindati

(Bhagavad Gītā 4.38)

Makna:
Tidak ada yang lebih menyucikan daripada pengetahuan; orang yang mantap dalam yoga akan menemukan hal ini pada waktunya dalam dirinya sendiri.

Relevansi:
Membawa bekal bukan hanya bentuk tanggung jawab, tetapi juga simbol kesiapan dalam menempuh perjalanan pengetahuan dan pengendalian diri. Hal ini membentuk kesadaran spiritual melalui tindakan sederhana.


---

Kesimpulan

Program Rabu Literasi dan arahan moral oleh Wakil Kepala Sekolah bukan hanya rutinitas administratif, melainkan upaya untuk menyelaraskan pendidikan formal dengan nilai-nilai dharma. Ketika siswa diajarkan menghindari hal buruk, membawa bekal, serta menjaga sikap, sejatinya mereka tengah dituntun menjadi manuṣya dharmika—manusia berlandaskan kebajikan. Pendidikan berbasis Hindu harus mampu membumikan sloka menjadi laku nyata dalam kehidupan siswa.


---

Daftar Pustaka

Bhagavad Gītā. Edisi Swami Chinmayananda.

Manusmṛti. Terjemahan dan tafsir oleh P. V. Kane.

Sarasamuccaya. Versi Bali-Kuno.

Dokumentasi Program Rabu Literasi SMPN 4 Abiansemal.

Wibawa, I N. (2023). Etika Hindu dalam Pendidikan. Denpasar: UHN I Gusti Bagus Sugriwa.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendisiplinan Rambut sebagai Cerminan Karakter Berbudaya

Ujian Presentasi Hari