AKUI KEKALAHAN
KORAN WIJA KESAUR SPENFOURAB
Oleh Tim Kreatif SMP Negeri 4 Abiansemal
AKUI KEKALAHAN, PELATIH BOLA TANGAN SPENFOURAB PUJI KEKUATAN TIM SMP N 3 KUTSEL
Jumat, 20 Pebruari 2026 | 13.00 WITA | GOR Mengwi
Mengwi – Sportivitas adalah mahkota sejati seorang pendidik dan atlet. Semangat itulah yang ditunjukkan Pelatih Bola Tangan Spenfourab, Bapak I Ketut Wiparta Jaya, S.Pd, usai pertandingan Pekan Porsenijar Kabupaten Bandung 2026 yang berlangsung di GOR Mengwi, Jumat siang (20/2/2026).
Dalam laga penuh determinasi tersebut, tim bola tangan SMP Negeri 4 Abiansemal (Spenfourab) harus mengakui keunggulan tim tangguh dari SMP Negeri 3 Kuta Selatan dengan skor 16 : 22. Meski demikian, kekalahan tidak menyurutkan semangat juang dan jiwa ksatria para atlet muda Spenfourab.
“Tim SMP N 3 Kutsel sangat kuat,” ujar Bapak I Ketut Wiparta Jaya kepada Tim Kreatif SMP Negeri 4 Abiansemal seusai pertandingan.
“Anak-anak kita sudah bekerja keras. Kita kurang beruntung, tetapi ini adalah proses pembelajaran.”
Sportivitas sebagai Pendidikan Karakter
Sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi nilai religius dan karakter, SMP Negeri 4 Abiansemal memandang olahraga bukan semata-mata tentang menang atau kalah. Lebih dari itu, olahraga adalah wahana pembentukan mental, spiritual, dan intelektual.
Kekalahan 16 : 22 bukanlah akhir, melainkan ruang refleksi. Dalam perspektif ilmiah pendidikan jasmani, kompetisi membentuk tiga dimensi utama:
- Ketahanan Fisik (Physical Endurance)
- Ketangguhan Mental (Mental Resilience)
- Kematangan Emosional (Emotional Intelligence)
Tim SMP N 3 Kutsel diakui memiliki postur tubuh yang secara fisik lebih besar dan tinggi. Namun Spenfourab menunjukkan determinasi luar biasa, strategi permainan yang tertata, serta kerja sama tim yang solid.
Kekalahan sebagai Laboratorium Pembelajaran
Pertandingan hari ini sekaligus menjadi laga terakhir (out) dalam cabang handball Porsenijar tahun ini. Namun, bagi Bapak I Ketut Wiparta Jaya, pertandingan ini adalah “laboratorium karakter”.
Beliau menegaskan:
“Pertandingan ini adalah proses introspeksi ke dalam agar kita lebih unggul ke depannya.”
Dalam filosofi pendidikan, kekalahan yang diterima dengan kesadaran adalah awal dari transformasi. Evaluasi teknis akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pola pertahanan, transisi serangan, akurasi shooting, hingga stamina di babak kedua.
Tim pelatih berkomitmen melakukan inovasi latihan berbasis:
Analisis pertandingan (match review)
Simulasi tekanan (pressure simulation)
Penguatan fisik berbasis periodisasi
Latihan mental dan motivasi spiritual
Semangat Spenfourab Tidak Pernah Padam
Atmosfer GOR Mengwi siang itu sarat dengan energi perjuangan. Setiap lemparan bola adalah simbol tekad. Setiap langkah adalah doa. Setiap keringat adalah persembahan bagi sekolah tercinta.
Walau papan skor menunjukkan angka 16 : 22, semangat juang Spenfourab tidak pernah kalah.
Dukungan moral dari keluarga besar sekolah menjadi energi tambahan bagi para atlet. Nilai-nilai yang selama ini ditanamkan di sekolah—disiplin, kerja keras, kebersamaan, dan integritas—tercermin dalam permainan mereka.
Kepemimpinan yang Menginspirasi
Sikap ksatria yang ditunjukkan Bapak I Ketut Wiparta Jaya adalah cerminan pendidik sejati. Mengakui keunggulan lawan bukanlah kelemahan, melainkan kebesaran jiwa.
Beliau tetap menyemangati tim:
“Kita belajar hari ini. Kita bangkit esok hari. Spenfourab harus lebih unggul ke depan.”
Pesan ini menjadi spirit transformasi. Kekalahan bukan titik henti, melainkan titik awal perbaikan.
Refleksi Spiritual: Menang dalam Nilai, Tumbuh dalam Makna
Sebagai sekolah yang menjunjung nilai religius, setiap pertandingan dipandang sebagai bagian dari perjalanan dharma. Kemenangan sejati adalah ketika siswa mampu:
Mengendalikan emosi
Menghormati lawan
Tetap rendah hati
Bangkit setelah jatuh
Dalam konteks pendidikan karakter abad ke-21, sportivitas adalah soft skill utama yang menentukan kesuksesan jangka panjang.
Menuju Spenfourab Lebih Unggul
Porsenijar 2026 menjadi catatan penting dalam sejarah perjalanan olahraga Spenfourab. Evaluasi akan menjadi bahan bakar inovasi. Latihan akan diperkuat. Mental juara akan ditempa.
Tim Kreatif SMP Negeri 4 Abiansemal meyakini, setiap perjuangan tidak pernah sia-sia. Kekalahan hari ini adalah investasi kemenangan di masa depan.
Karena Spenfourab tidak hanya membangun atlet yang kuat secara fisik, tetapi juga pribadi yang tangguh secara mental dan luhur secara spiritual.
Spenfourab Bangkit!
Spenfourab Tumbuh!
Spenfourab Unggul!
Matur Suksma.
Komentar
Posting Komentar