ARAHAN BIJAK DI SENJA HARI: KEPEMIMPINAN YANG MENUNTUN DENGAN HATI
π° KORAN WIJA KESAUR SPENFOURAB
Edisi | Senin, 16 Februari 2026 | Pukul 17.20 WITA
Oleh: Tim Kreatif SMP Negeri 4 Abiansemal
πΊ ARAHAN BIJAK DI SENJA HARI: KEPEMIMPINAN YANG MENUNTUN DENGAN HATI
Senin sore, 16 Februari 2026, tepat pukul 17.20 WITA, suasana senja yang teduh menjadi saksi hadirnya arahan bijak dari Kepala Sekolah I Made Antara, S.Pd, melalui grup WhatsApp Forum Guru dan Pegawai SMP Negeri 4 Abiansemal.
Dengan salam pembuka penuh doa:
“Om Swastyastu.
Bpk Ibu Guru Pegawai semoga selalu dalam keadaan sehat dan rahayu.”
Beliau menyampaikan kebijakan yang bersumber dari Surat Edaran Pemerintah Provinsi serta imbauan Dinas Pendidikan, sekaligus merujuk pada Surat Edaran Bersama Mendikdasmen, Menag, dan Mendagri terkait pembelajaran selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah / 2026 Masehi.
Arahan ini bukan sekadar informasi administratif. Ia adalah wujud kepemimpinan visioner yang menyeimbangkan regulasi, spiritualitas, dan tanggung jawab moral pendidikan.
π LIBUR SISWA, AKTIF BERKARYA: LITERASI SEBAGAI JEMBATAN KARAKTER
Ditetapkan bahwa tanggal 16–21 Februari 2026 merupakan libur Imlek dan awal bulan puasa bagi siswa. Namun guru dan pegawai tetap masuk seperti biasa.
Kebijakan ini menegaskan satu prinsip penting:
Libur bukan berarti berhenti belajar.
Untuk kelas VII dan VIII, siswa ditugaskan membuat 11 Jurnal Literasi untuk setiap mata pelajaran, sebagaimana semester sebelumnya.
Secara ilmiah, kebiasaan literasi memperkuat konektivitas kognitif, meningkatkan daya analisis, serta membangun disiplin belajar mandiri.
Secara religius, membaca adalah laku tapa ilmu—membuka cakrawala batin dan memperluas kesadaran.
π KELAS IX: PERSIAPAN AKADEMIK DENGAN TANGGUNG JAWAB
Khusus kelas IX, pada tanggal 18 Februari 2026 siswa diminta masuk hingga pukul 09.00 WITA untuk pembagian buku soal TKA dan ANBK, bekerja sama dengan tim perpustakaan bersama Bapak Suru dan rekan-rekan.
Langkah ini mencerminkan pendidikan berbasis kesiapan dan perencanaan matang.
Persiapan bukan hanya soal menghadapi ujian, tetapi membentuk mental tangguh, disiplin, dan bertanggung jawab atas masa depan.
π ATKET DAN SEMBAHYANG BERSAMA: HARMONI AKADEMIK DAN SPIRITUAL
Tanggal 18 Februari juga menjadi momentum kebersamaan dalam kegiatan atlet (upacara pelepasan atlet) yang dilaksanakan dengan busana adat dan sembahyang bersama.
Panitia menyiapkan upakara sebagai simbol kesucian niat dan penghormatan terhadap nilai spiritual.
Inilah ciri khas pendidikan Bali:
Ilmu dan bhakti berjalan seiring.
Prestasi dan spiritualitas saling menguatkan.
π¨π©π§π¦ PERAN ORANG TUA: MITRA UTAMA PENDIDIKAN DI RUMAH
Surat Edaran Bersama Mendikdasmen, Menag, dan Mendagri menekankan peran orang tua dalam mendampingi anak selama pembelajaran mandiri di rumah, khususnya pada bulan Ramadhan 1447 H.
✨ Bagian A: Menumbuhkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Orang tua diminta:
Mendampingi anak dalam aktivitas religius (sembahyang/kajian keagamaan).
Membaca buku bersama.
Melakukan permainan logika dan kolaboratif.
Mengembangkan seni, olahraga, dan budaya.
Pendekatan ini selaras dengan konsep pendidikan karakter holistik: literasi, numerasi, spiritualitas, dan kreativitas tumbuh bersama.
π± Bagian B: Bijak Menggunakan Gawai dan Internet
Kebijakan penggunaan gawai diarahkan pada:
Penetapan batas waktu yang wajar.
Pendampingan saat akses internet dan media sosial.
Penyaringan konten agar terhindar dari pornografi, perundungan, dan kekerasan.
Secara ilmiah, kontrol digital yang sehat melindungi perkembangan neurologis remaja serta menjaga stabilitas emosional.
π€ Bagian C: Penguatan Sosial dan Kemasyarakatan
Anak didorong untuk:
Terlibat dalam kegiatan keagamaan masyarakat.
Bersilaturahmi dan menjalin hubungan sosial.
Mengikuti aktivitas sosial positif lainnya.
Pendidikan sosial membangun empati, solidaritas, dan kepedulian—nilai yang tak ternilai dalam kehidupan bermasyarakat.
π‘️ Bagian D: Perlindungan Anak
Orang tua wajib melindungi anak dari:
Kekerasan fisik, psikis, dan berbasis gender.
Eksploitasi pekerjaan yang mengganggu hak belajar dan bermain.
Praktik pernikahan usia dini.
Inilah fondasi perlindungan hak anak sebagai amanah moral dan konstitusional.
πΏ SPENFOURAB: SEKOLAH YANG MENUMBUHKAN
Arahan Kepala Sekolah bukan sekadar kebijakan teknis. Ia adalah refleksi filosofi pendidikan yang menumbuhkan.
Di SMP Negeri 4 Abiansemal:
Guru tetap bertugas dengan dedikasi.
Siswa belajar mandiri dengan literasi.
Orang tua menjadi mitra aktif pendidikan.
Spirit religius dan akademik berjalan seimbang.
Pendidikan bukan hanya proses transfer ilmu.
Ia adalah proses membangun peradaban kecil di setiap rumah dan ruang kelas.
π Penutup Redaksi
Senja 16 Februari 2026 menjadi simbol kepemimpinan yang menyejukkan: tegas dalam kebijakan, hangat dalam doa, dan jelas dalam arah.
“Om Swastyastu” bukan sekadar salam pembuka,
melainkan doa agar seluruh keluarga besar Spenfourab selalu dalam keadaan sehat, rahayu, dan bertumbuh dalam ilmu serta karakter.
Wija Kesaur Spenfourab
Berkomitmen menyuarakan pendidikan yang religius, ilmiah, positif, karismatik, inovatif, dan kreatif—
demi generasi yang cerdas, berkarakter, dan bermartabat. πΊ
Komentar
Posting Komentar