BAKTI RESIK SERENTAK (BARES):
π° KORAN WIJA KESAUR SPENFOURAB
Edisi Jumat, 20 Februari 2026
Oleh: Tim Kreatif SMP Negeri 4 Abiansemal
πΏ BAKTI RESIK SERENTAK (BARES) 2026
Menyapu Lingkungan, Mengkoding Karakter
Atas arahan Kepala SMP Negeri 4 Abiansemal, I Made Antara, S.Pd, seluruh siswa-siswi yang mendapat jadwal piket hari Jumat dari semua jenjang melaksanakan Kegiatan Bakti Resik Serentak (BARES) pada Jumat, 20 Februari 2026.
Kegiatan dilaksanakan di lingkungan sekitar sekolah serta Pasar Desa Bongkasa. Dengan pengawasan para guru dan pegawai, para siswa bergerak serentak membawa sapu, karung sampah, dan semangat pengabdian.
BARES bukan sekadar aktivitas kebersihan. Ia adalah gerakan moral, praktik pembelajaran kontekstual, dan manifestasi karakter unggul generasi Indonesia hebat.
π± Implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Kegiatan ini menjadi wujud nyata penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, salah satunya bermasyarakat. Dari kegiatan BARES ini siswa mampu:
Proaktif menjaga lingkungan
Bertanggung jawab terhadap tugas bersama
Disiplin dan konsisten
Mampu bekerja sama
Peduli sosial
Berintegritas
Reflektif dan terus belajar
Secara ilmiah, pembiasaan aksi sosial seperti BARES membentuk habit loop positif dalam psikologi pendidikan. Tindakan nyata menciptakan memori pengalaman, pengalaman membentuk karakter, dan karakter membangun peradaban.
π» Pupuh Ginada dan Ilmu Koding Kehidupan
Kegiatan BARES tahun ini memiliki dimensi inovatif: mengintegrasikan nilai budaya dengan pendekatan berpikir komputasional. Filosofi Pupuh Ginada karya Ki Dalang Tangsub menjadi “algoritma karakter” yang tersirat dan tersurat.
Mari kita dekonstruksi secara ilmiah dan spiritual:
1️⃣ Eda ngaden awak bisa
(Jangan menyombongkan diri merasa paling bisa)
Dalam dunia koding, kesombongan adalah bug. Seorang programmer yang merasa paling benar sering mengabaikan debugging. Dalam kehidupan, kerendahan hati adalah sistem keamanan utama agar tidak terjadi error sosial.
2️⃣ Depang anak'e ngadanin
(Biarkan orang lain yang menilai)
Dalam logika pemrograman, output akan berbicara sendiri. Tidak perlu deklarasi berlebihan. Hasil kerja yang konsisten adalah validasi terbaik.
3️⃣ Geginane buka nyampat
(Bekerja seperti tukang sapu yang terus menyapu)
Ini adalah prinsip looping. Pekerjaan kebersihan seperti perulangan (while/for loop). Selama masih ada sampah, proses menyapu berjalan. Konsistensi adalah kunci.
4️⃣ Anak sai tumbuh luhu
(Sampah akan selalu ada)
Dalam sistem digital, data baru selalu masuk. Begitu pula kehidupan. Tantangan akan terus muncul. Karena itu sistem harus adaptif.
5️⃣ Hilang luhu buk'e katah
(Sampah hilang, debu tetap ada)
Ini adalah konsep maintenance system. Setelah masalah besar diselesaikan, perbaikan kecil tetap diperlukan. Dalam spiritualitas, setelah membersihkan tindakan, kita tetap harus membersihkan pikiran.
6️⃣ Yadian ririh
(Walau merasa pintar)
Ilmu tanpa etika adalah program tanpa firewall. Kepintaran harus dibarengi kebijaksanaan.
7️⃣ Liyu enu pelajahan
(Masih banyak yang perlu dipelajari dan dibersihkan)
Dalam dunia teknologi, pembaruan (update) tidak pernah berhenti. Begitu pula manusia. Pembelajaran sepanjang hayat adalah kewajiban.
π Harmoni Tri Hita Karana dan Literasi Digital
BARES menjadi implementasi harmoni dengan alam (Palemahan), sesama (Pawongan), dan Tuhan (Parahyangan).
Secara ekologis, aksi bersih serentak mengurangi pencemaran, memperbaiki sanitasi pasar, serta meningkatkan kualitas lingkungan belajar.
Secara digital dan intelektual, kegiatan ini menanamkan pola pikir komputasional:
Identifikasi masalah (sampah)
Analisis sumber
Eksekusi solusi
Evaluasi hasil
Pemeliharaan berkelanjutan
Inilah integrasi budaya lokal dengan sains modern.
π€ Sinergi Sekolah dan Masyarakat
Kehadiran siswa SMP Negeri 4 Abiansemal di Pasar Bongkasa memperkuat hubungan sosial sekolah dan masyarakat. Pendidikan tidak berhenti di ruang kelas. Ia hidup di tengah masyarakat.
Di bawah kepemimpinan visioner Bapak I Made Antara, S.Pd, sekolah bergerak sebagai pusat transformasi karakter berbasis budaya, teknologi, dan spiritualitas.
π¬ Refleksi Ilmiah: Kebersihan adalah Sistem
Peradaban maju dibangun oleh sistem yang rapi. Sekolah yang bersih melahirkan pikiran yang jernih. Pikiran jernih menghasilkan keputusan bijak.
BARES 20 Februari 2026 adalah simulasi kecil tentang bagaimana generasi muda belajar mengelola sistem kehidupan. Menyapu bukan hanya membersihkan tanah, tetapi juga membersihkan pola pikir.
π Penutup: Debugging Jiwa, Updating Karakter
Sebagaimana algoritma kehidupan dalam Pupuh Ginada:
Jangan sombong.
Biarkan karya yang berbicara.
Teruslah bekerja seperti sapu yang tak pernah lelah.
Karena sampah akan selalu ada.
Dan walau kita pintar, masih banyak yang perlu dipelajari.
BARES 2026 adalah bukti bahwa SMP Negeri 4 Abiansemal bukan hanya mencetak siswa cerdas akademik, tetapi juga membangun generasi rendah hati, peduli lingkungan, adaptif terhadap teknologi, dan kokoh dalam dharma.
Wija Kesaur Spenfourab
Berkarya dalam Dharma, Berinovasi dalam Ilmu, Bergerak dalam Kebersamaan. πΏπ»
Komentar
Posting Komentar