BUSI Menyala, Literasi Bersemi, Jiwa Bertumbuh

Siap. Ini Koran Wija Kesaur SPENFOURAB dengan gaya religius–
KORAN WIJA KESAUR SPENFOURAB
Rabu, 4 Pebruari 2026

BUSI Menyala, Literasi Bersemi, Jiwa Bertumbuh

Oleh: Tim Kreatif SMP Negeri 4 Abiansemal

Rabu pagi di SMP Negeri 4 Abiansemal kembali diawali dengan denyut kesadaran kolektif akan pentingnya ilmu, kesehatan, dan pembentukan karakter. Program BUSI (Rabu Literasi) yang telah menjadi denyut nadi budaya sekolah, hari ini dilaksanakan dengan penuh semangat dan ketulusan. BUSI bukan sekadar rutinitas membaca, melainkan laku sadar untuk menyalakan pelita pengetahuan dalam diri setiap warga sekolah.

Sejalan dengan nilai Tri Hita Karana, kegiatan literasi hari ini dipadukan dengan makan sayur bersama sebagai langkah sederhana namun bermakna dalam menumbuhkan kesadaran akan keharmonisan tubuh (palemahan) sebagai wadah suci bagi jiwa dan pikiran. Asupan sehat menjadi simbol bahwa pembelajaran sejati dimulai dari tubuh yang dirawat, pikiran yang jernih, dan jiwa yang bersyukur.

Setelah BUSI dan makan sayur, proses pembelajaran dilanjutkan dengan pendampingan literasi siswa di Perpustakaan Widya Paramartha, didampingi oleh Bapak I Wayan Sura dan Ibu Ni Kadek Gita. Kehadiran beliau bukan hanya sebagai pendamping teknis, melainkan sebagai teladan hidup literasi—hadir, mendengar, dan menuntun dengan ketulusan.

Perpustakaan Widya Paramartha: Energi Intelektual Sekolah

Perpustakaan Widya Paramartha hari ini kembali menegaskan perannya bukan sekadar ruang sunyi berisi buku, tetapi sebagai pusat energi intelektual yang memicu imajinasi, membuka akses global terhadap pengetahuan, serta mendorong siswa untuk berkontribusi nyata dalam peningkatan kualitas hidup.
Di ruang inilah siswa belajar membaca dunia—bukan hanya melalui huruf dan kata, tetapi melalui dialog batin, rasa ingin tahu, dan keberanian bertanya. Literasi tidak berhenti pada kemampuan membaca teks, melainkan berkembang menjadi literasi berpikir, literasi rasa, dan literasi moral.

Dalam perspektif religius–ilmiah, membaca adalah yadnya intelektual. Setiap halaman yang dibuka adalah bentuk persembahan kepada ilmu pengetahuan, sebagaimana ajaran suci menegaskan bahwa widya adalah cahaya yang membebaskan manusia dari kebodohan (avidya). Dengan demikian, BUSI dan perpustakaan menjadi satu kesatuan jalan spiritual dan akademik menuju pembentukan insan berkarakter.

Literasi sebagai Jalan Karakter dan Peradaban

SMP Negeri 4 Abiansemal terus berinovasi membangun budaya sekolah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakar kuat pada nilai religius, etika, dan kearifan lokal. Literasi diposisikan sebagai jalan peradaban—mengasah olah pikir, olah rasa, olah karsa, dan olah raga secara seimbang.

Pendampingan di Perpustakaan Widya Paramartha hari ini memperlihatkan wajah pendidikan yang humanis: guru mendampingi, siswa mengeksplorasi, dan buku menjadi jembatan dialog antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Penutup

Melalui BUSI, makan sayur, dan literasi perpustakaan, SMP Negeri 4 Abiansemal menegaskan komitmennya bahwa pendidikan adalah proses menyeluruh—menyentuh tubuh, pikiran, dan jiwa. Dari Widya Paramartha, cahaya literasi terus menyala, menuntun generasi SPENFOURAB menjadi insan cerdas, berkarakter, dan berdaya guna bagi bangsa dan semesta.
Literasi hari ini, peradaban esok hari.

Widya Paramartha, suluh jiwa SPENFOURAB. 📚✨

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendisiplinan Rambut sebagai Cerminan Karakter Berbudaya

Ujian Presentasi Hari

Membangun Disiplin dan Etika Siswa di SMP Negeri 4 Abiansemal