IFP: Cahaya Pembelajaran Baru di SMP Negeri 4 Abiansemal

KORAN WIJA KESAUR SPENFOURAB
Edisi Selasa, 10 Januari 2026

IFP: Cahaya Pembelajaran Baru di SMP Negeri 4 Abiansemal

Sinergi Teknologi, Nilai, dan Keteladanan Guru

Oleh: Tim Kreatif SMP Negeri 4 Abiansemal

Selasa pagi, 10 Januari 2026, udara pendidikan di SMP Negeri 4 Abiansemal terasa berbeda. Bukan sekadar karena cahaya matahari yang menyinari ruang-ruang kelas, melainkan karena hadirnya semangat baru dalam pembelajaran: pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai sarana transformasi pendidikan yang berkarakter, bermakna, dan berjiwa regius.

Atas arahan dan visi strategis Bapak Kepala Sekolah, I Made Antara, S.Pd, seluruh guru diajak untuk tidak hanya menggunakan teknologi, tetapi memaknai teknologi sebagai sarana pengabdian dalam mendidik generasi masa depan.

Teknologi yang Berjiwa Nilai

IFP bukan sekadar layar canggih. Di tangan guru SMP Negeri 4 Abiansemal, IFP menjelma menjadi media suci pembelajaran, tempat ilmu ditanamkan dengan sentuhan nilai, adab, dan karakter. Setiap sentuhan pada layar adalah niat tulus untuk mencerdaskan, setiap materi yang ditampilkan adalah wujud tanggung jawab moral sebagai pendidik.

Pembelajaran menjadi lebih:
Interaktif, karena siswa terlibat aktif dan berpikir kritis
Inovatif, karena guru bebas berkreasi tanpa batas ruang dan waktu
Humanis, karena teknologi tetap berpijak pada nilai-nilai kearifan lokal

Arahan Kepala Sekolah: Guru Hebat, Teknologi Bermartabat

Dalam arahannya, Bapak Kepala Sekolah menegaskan bahwa:
“Teknologi tidak boleh menghilangkan jiwa guru. Justru teknologi harus memperkuat peran guru sebagai teladan, pembimbing, dan sumber inspirasi.”
Pesan ini menjadi pengingat bahwa IFP adalah alat, sementara guru adalah ruh pendidikan. Kombinasi keduanya melahirkan pembelajaran yang tidak hanya mencerdaskan otak, tetapi juga menumbuhkan budi pekerti.
Dari Papan Tulis Menuju Papan Peradaban

Dengan IFP, ruang kelas berubah menjadi ruang dialog peradaban. Materi pelajaran terhubung dengan realitas kehidupan, nilai agama, budaya Bali, serta tantangan global. Guru-guru Spenfourab menunjukkan bahwa sekolah desa pun mampu melangkah sejajar dengan dunia, tanpa kehilangan jati diri.
Inilah wujud pendidikan regius:
Ilmu berjalan seiring iman
Teknologi sejalan dengan etika
Kemajuan berpadu dengan kebijaksanaan

Komitmen Bersama Seluruh Guru

Melalui Koran Wija Kesaur Spenfourab edisi ini, Tim Kreatif mengajak seluruh guru:
Menggunakan IFP dengan penuh tanggung jawab dan kreativitas
Menjadikan teknologi sebagai sahabat pedagogi, bukan pengganti peran guru
Menanamkan nilai karakter dalam setiap tampilan pembelajaran
Terus belajar, berinovasi, dan berkolaborasi demi peserta didik

Penutup
IFP adalah langkah maju, tetapi ketulusan guru adalah cahaya utama. Dengan arahan kepala sekolah yang visioner dan dedikasi guru yang luar biasa, SMP Negeri 4 Abiansemal terus meneguhkan diri sebagai sekolah berkarakter, berteknologi, dan berjiwa regius.
Semoga setiap sentuhan pada layar IFP menjadi sentuhan nurani,
setiap pembelajaran menjadi jalan pengabdian,
dan setiap guru menjadi lentera peradaban.
Salam Wija Kesaur Spenfourab
Bergerak Bersama, Berkembang Bermakna 🌱📚✨

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendisiplinan Rambut sebagai Cerminan Karakter Berbudaya

Ujian Presentasi Hari

Membangun Disiplin dan Etika Siswa di SMP Negeri 4 Abiansemal