Kepemimpinan Berkelas: Spirit Ilmiah dan Religius dalam Harmoni Pendidikan

📰 KORAN WIJA KASAUR SPENFOURAB
Rabu, 18 Pebruari 2026
“Kepemimpinan Berkelas: Spirit Ilmiah dan Religius dalam Harmoni Pendidikan”

Oleh Tim Kreatif SMP Negeri 4 Abiansemal

Om Swastyastu 🙏
Pada Rabu, 18 Pebruari 2026, keluarga besar SMP Negeri 4 Abiansemal kembali merasakan getaran kepemimpinan yang bukan sekadar administratif, tetapi menyentuh ranah etika, spiritualitas, dan kecerdasan emosional. Sosok itu adalah I Made Antara, S.Pd — seorang kepala sekolah yang tidak hanya memimpin dengan jabatan, tetapi dengan keteladanan.

Di tengah dinamika pendidikan abad ke-21 yang menuntut kecakapan literasi, numerasi, dan karakter, beliau hadir sebagai figur “KepSek Berkelas” — bukan karena gelarnya, tetapi karena kualitas jiwanya.

1️⃣ Tidak Meremehkan Guru: Menghormati adalah Menguatkan
Dalam perspektif religius, menghormati sesama adalah bagian dari dharma. Dalam perspektif ilmiah, penghargaan meningkatkan hormon dopamin dan oksitosin yang memperkuat motivasi intrinsik.

Bapak I Made Antara, S.Pd tidak pernah meremehkan guru.

Beliau memahami bahwa guru adalah jantung sekolah. Cara bicaranya membangun, bukan menjatuhkan. Tegurannya edukatif, bukan intimidatif.
Ketika guru dihormati, kepercayaan diri mereka tumbuh. Saat kepercayaan diri tumbuh, kualitas pembelajaran meningkat. Dan ketika pembelajaran meningkat, masa depan anak-anak bangsa ikut terangkat.
Beliau sadar bahwa kepemimpinan sejati bukan tentang menunjukkan siapa paling benar, tetapi bagaimana semua merasa dihargai.

2️⃣ Antusias Memberi Arahan: Energi yang Menular
Antusiasme adalah energi. Dalam ilmu psikologi kepemimpinan, energi pemimpin memengaruhi atmosfer organisasi.

Di setiap forum, arahan beliau jelas, sistematis, dan penuh visi. Tidak bertele-tele, tidak membingungkan.
Beliau memimpin dengan semangat yang terasa. Ada daya dorong yang membuat guru tidak sekadar bekerja, tetapi berkarya.
Sekolah yang biasa pun bisa menjadi luar biasa ketika dipimpin dengan visi yang terarah.
Beliau mengingatkan bahwa sekolah bukan sekadar gedung, melainkan ruang pembentukan karakter dan peradaban.

3️⃣ Bukan “Google Berjalan”: Rendah Hati adalah Kekuatan
Di era digital, banyak pemimpin terjebak pada citra “serba tahu.” Namun Bapak I Made Antara, S.Pd justru menunjukkan kedewasaan intelektual.

Beliau tidak gengsi mengatakan,
“Saya belum tahu.”

Kalimat sederhana, tetapi sarat makna.
Secara ilmiah, ini disebut growth mindset — kesadaran bahwa pengetahuan selalu berkembang.
Beliau tidak sok tahu, tetapi mau mencari tahu. Dan yang lebih penting, beliau selalu kembali dengan jawaban.
Kerendahan hati intelektual ini menumbuhkan budaya belajar kolektif di lingkungan sekolah. Guru pun terdorong untuk terus belajar tanpa takut salah.

4️⃣ Tidak Pilih Kasih: Adil adalah Pondasi Kepercayaan
Keadilan adalah fondasi kepemimpinan. Dalam ajaran dharma, adil berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya.
Semua guru diperlakukan sama.
Kesempatan diberikan merata.
Tidak ada yang dianakemaskan.
Tidak ada yang diabaikan.
Secara psikologis, rasa keadilan meningkatkan loyalitas dan komitmen organisasi.
Beliau memahami bahwa ketidakadilan sekecil apa pun dapat merusak harmoni. Karena itu, prinsip beliau jelas: objektif, transparan, dan profesional.

5️⃣ Berpikiran Terbuka: Adaptif dalam Perubahan
Dunia berubah cepat. Pendidikan pun harus adaptif.
Bapak I Made Antara, S.Pd terbuka pada ide baru.
Beliau menerima gagasan, mendengarkan masukan, bahkan dari guru termuda sekalipun. Tidak alergi kritik. Tidak defensif terhadap saran.
Secara ilmiah, organisasi yang terbuka terhadap inovasi memiliki daya tahan lebih tinggi terhadap perubahan.
Beliau terus belajar, mencari perbaikan, dan siap menyesuaikan gaya memimpin demi sekolah yang lebih baik dan menyenangkan.

🌺 KepSek Berkelas: Harmoni Ilmu dan Spiritualitas

Menjadi kepala sekolah bukan hanya tentang administrasi dan regulasi. Ini tentang energi, etika, dan empati.
Kepemimpinan beliau membuktikan bahwa religiusitas tidak bertentangan dengan sains. Justru keduanya saling melengkapi:

Religius membangun nilai.
Ilmiah membangun sistem.
Kreatif membangun inovasi.
Dan ketika ketiganya bersatu, lahirlah kepemimpinan berkelas.

✨ Penutup: Sekolah sebagai Ruang Cahaya

Pada Rabu, 18 Pebruari 2026, kita kembali diingatkan bahwa sekolah hebat lahir dari pemimpin yang menghargai manusia, bukan sekadar mengejar angka.

Bapak I Made Antara, S.Pd telah menunjukkan bahwa:
Menghormati guru adalah investasi masa depan.
Antusiasme adalah bahan bakar perubahan.
Rendah hati adalah tanda kecerdasan.
Keadilan adalah fondasi kepercayaan.
Keterbukaan adalah pintu kemajuan.
Semoga spirit ini terus hidup di lingkungan SMP Negeri 4 Abiansemal, menjadi cahaya bagi siswa, guru, dan masyarakat.

Om Santih, Santih, Santih Om 🙏
Tim Kreatif SPENFOURAB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendisiplinan Rambut sebagai Cerminan Karakter Berbudaya

Ujian Presentasi Hari

Membangun Disiplin dan Etika Siswa di SMP Negeri 4 Abiansemal