Pendampingan Korwas: Memuliakan Proses, Menghidupkan Makna, Menggembirakan Jiwa Belajar

📰 KORAN WIJA KESAUR SPENFOURAB

Edisi: Selasa, 10 Februari 2026
Oleh: Tim Kreatif SMP Negeri 4 Abiansemal

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua

Pendampingan Korwas: Memuliakan Proses, Menghidupkan Makna, Menggembirakan Jiwa Belajar

Setelah seluruh rangkaian proses pembelajaran selesai dilaksanakan pada hari ini, suasana SMP Negeri 4 Abiansemal tidak langsung sunyi. Justru, denyut intelektual dan spiritual kembali berlanjut dalam bentuk refleksi dan penguatan profesionalisme guru. Atas arahan bijak dan penuh keteladanan Bapak I Made Antara, S.Pd, selaku Kepala SMP Negeri 4 Abiansemal, seluruh guru dan pegawai berkumpul di ruang guru untuk mengikuti kegiatan pendampingan pembelajaran mendalam bersama Bapak Korwas I Ketut Gede Birawa Anuraga, S.Pd., M.Pd.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sebuah ikhtiar suci (yadnya pendidikan) untuk memastikan bahwa setiap proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah benar-benar bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan, demi terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua.

Arahan Kepala Sekolah: Belajar sebagai Jalan Dharma

Dalam arahannya, Bapak I Made Antara, S.Pd menegaskan bahwa guru adalah penjaga peradaban. Pembelajaran tidak boleh berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi harus menyentuh dimensi karakter, kesadaran, dan kemanusiaan peserta didik.

“Sekolah bukan hanya tempat mengajar, tetapi tempat memuliakan manusia. Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang menumbuhkan kesadaran, memberi makna, dan menghadirkan kegembiraan,” tutur beliau dengan penuh karisma dan keteduhan.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru SMP Negeri 4 Abiansemal yang telah beradaptasi dengan perkembangan zaman, khususnya dalam pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai sarana pendukung pembelajaran mendalam.

Pendampingan Korwas: Pembelajaran Mendalam sebagai Jalan Transformasi

Dalam sesi pendampingan, Bapak I Ketut Gede Birawa Anuraga, S.Pd., M.Pd memaparkan secara komprehensif konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai pendekatan yang memuliakan peserta didik dan guru.
Pembelajaran mendalam dipahami sebagai proses yang:
1. Berkesadaran (mindful learning),
2. Bermakna (meaningful learning),
3. Menggembirakan (joyful learning),

yang dijalankan melalui pendekatan holistik dan terpadu, mencakup:
- Olah Pikir (kognitif dan nalar kritis),
- Olah Hati (nilai, etika, dan spiritualitas),
- Olah Rasa (empati, estetika, dan kepekaan sosial),
- Olah Raga (kesehatan, aktivitas fisik, dan keterampilan hidup).

“Pendidikan bermutu tidak lahir dari pembelajaran yang kaku, tetapi dari pembelajaran yang hidup, menyentuh, dan memanusiakan,” tegas beliau.

Kerangka Pembelajaran Mendalam
Dalam pendampingan tersebut, disampaikan pula kerangka pembelajaran mendalam sebagai panduan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran, yaitu:
- Berorientasi pada Murid
- Pembelajaran dirancang berdasarkan kebutuhan, potensi, minat, dan konteks peserta didik.
- Kontekstual dan Relevan
- Materi dikaitkan dengan kehidupan nyata, budaya lokal, dan tantangan global.
- Reflektif dan Berkesadaran
- Guru dan murid sama-sama belajar untuk menyadari proses, bukan hanya hasil.
- Kolaboratif dan Partisipatif
- Mendorong interaksi aktif, diskusi, dan kerja sama.

Mengintegrasikan Nilai dan Karakter

Ilmu pengetahuan berjalan seiring dengan pembentukan budi pekerti.
Penerapan Prinsip Pembelajaran Mendalam di SMP Negeri 4 Abiansemal
SMP Negeri 4 Abiansemal patut berbangga, karena sebagian besar guru telah mengimplementasikan pembelajaran mendalam, salah satunya melalui pemanfaatan IFP dalam proses pembelajaran.

Penerapan prinsip pembelajaran mendalam di sekolah ini tampak dalam:
- Penyajian materi interaktif dan visual melalui IFP,
- Diskusi reflektif yang melibatkan seluruh siswa,
- Pembelajaran berbasis proyek dan pengalaman nyata,
- Suasana kelas yang hangat, dialogis, dan menyenangkan,
Guru sebagai fasilitator dan teladan nilai.

IFP tidak sekadar menjadi alat teknologi, tetapi media pemantik kesadaran, kreativitas, dan kegembiraan belajar.

Penutup: Bergerak Bersama, Bertumbuh Bermakna

Kegiatan pendampingan ini menjadi penguat langkah SMP Negeri 4 Abiansemal dalam meneguhkan diri sebagai sekolah pembelajar, yang terus bergerak, berinovasi, dan bertransformasi.

Dengan kepemimpinan yang visioner, pendampingan yang bermakna, serta komitmen seluruh guru dan pegawai, pembelajaran mendalam bukan sekadar konsep, melainkan napas keseharian sekolah.

Belajar bukan hanya tentang tahu,
tetapi tentang menjadi manusia seutuhnya.

Spenfourab Jaya,
Mendidik dengan Hati,
Mengajar dengan Makna,
Belajar dengan Gembira. 🌱✨

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendisiplinan Rambut sebagai Cerminan Karakter Berbudaya

Ujian Presentasi Hari

Membangun Disiplin dan Etika Siswa di SMP Negeri 4 Abiansemal