Disiplin adalah bentuk cinta pada diri sendiri.
π° KORAN PELANGI SPENFOURAB
Edisi Senin, 27 April 2026
SMP Negeri 4 Abiansemal
π€️ “Langit Mendung, Semangat Tetap Teduh dalam Dharma”
Pagi ini, Senin 27 April 2026, suasana alam di lingkungan SMP Negeri 4 Abiansemal tampak sedikit mendung. Kondisi cuaca yang kurang memungkinkan membuat kegiatan rutin upacara bendera hari Senin tidak dapat dilaksanakan seperti biasa. Namun demikian, nilai-nilai kedisiplinan dan pembinaan karakter tidak serta-merta surut.
Dengan semangat “Tiada Hari Tanpa Makna”, Kepala Sekolah bapak I Made Antara, S.Pd tetap mengisi pagi penuh makna melalui arahan bijak yang sarat nilai religius, teologis, dan pembentukan karakter siswa.
π️ “Tri Sandya dan Nasionalisme: Harmoni Jiwa dan Bangsa”
Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya sikap disiplin dan kesadaran spiritual saat melaksanakan Puja Tri Sandya. Sikap tubuh, ketenangan batin, dan kesungguhan hati menjadi bagian utama dalam membangun kesadaran diri sebagai insan yang berbudaya dan beragama.
Tak hanya itu, saat menyanyikan lagu nasional, siswa diingatkan untuk menunjukkan sikap hormat dan penuh penghayatan sebagai wujud cinta tanah air. Spirit nasionalisme dan spiritualitas berpadu menjadi satu kesatuan nilai luhur dalam pendidikan.
π΅ “Antara Genggaman dan Kesadaran”
Dalam pesan yang tegas namun penuh kasih, Kepala Sekolah mengingatkan siswa agar tidak terjebak dalam dunia handphone secara berlebihan.
“Jangan sampai kalian sibuk dengan layar, tetapi lupa melihat diri sendiri,” tegas bapak kepala sekolah.
Fenomena ini menjadi perhatian serius karena dapat mengurangi fokus, kesadaran diri, serta kedisiplinan terhadap tata tertib sekolah.
✍️ “Literasi: Menulis adalah Menanam”
Di akhir arahannya, beliau menekankan pentingnya budaya literasi menulis.
Menulis bukan sekadar aktivitas, melainkan proses menanamkan pemikiran ke dalam kesadaran.
Apa yang ditulis dengan kesungguhan akan tertanam dalam pikiran dan membentuk karakter.
π “Inspeksi Mendadak: Disiplin adalah Cermin Diri”
Kegiatan dilanjutkan oleh Wakil Kepala Sekolah, Ni Putu Sriyati, yang melaksanakan inspeksi (pemeriksaan secara teliti dan sistematis) secara mendadak terkait kerapian rambut siswa.
Seluruh wali kelas serta bapak/ibu guru turut serta dalam pengawasan dan pemeriksaan, menciptakan suasana pembinaan yang kolektif dan penuh tanggung jawab bersama.
π “Data dan Ketegasan Berbasis Kesepakatan”
Menurut ibu Ni Luh Gde Suari, S.Pd.,M.Pd, selaku guru BK, kegiatan ini dilaksanakan karena sebelumnya telah berulang kali disosialisasikan dan merupakan bagian dari kesepakatan bersama antara sekolah dan orang tua.
Hasil penjaringan menunjukkan sekitar 20% siswa masih melanggar aturan rambut, sementara 80% siswa telah menunjukkan kedisiplinan yang baik. Hal ini menjadi dasar pembinaan tanpa mengganggu siswa yang telah tertib.
Sebagai langkah konkret, ditunjukkan empat siswa teladan dengan rambut rapi sebagai contoh nyata. Seluruh siswa yang melanggar diberikan waktu untuk memperbaiki diri mulai sore ini hingga hari Kamis, mengingat siswa kelas IX akan menghadapi ujian presentasi karya tulis ilmiah.
π “Kerapian adalah Keindahan dalam Kesadaran”
Tidak hanya siswa putra, siswi juga diingatkan untuk:
Menggunakan pita sesuai tingkat
Menjalin rambut dengan rapi
Hal ini merupakan bagian dari estetika disiplin dan pembentukan karakter diri yang selaras antara luar dan dalam.
πΊ “Aguron-guron: Menanam Dharma dalam Laku”
Pendisiplinan ini sejatinya bukan sekadar aturan formal, melainkan bagian dari proses aguron-guron, yaitu pembelajaran hidup dalam nilai-nilai ajaran Hindu.
Disiplin, kerapian, kesadaran, dan tanggung jawab adalah wujud nyata implementasi Dharma dalam kehidupan sehari-hari siswa.
πͺ “Pilihan Sikap, Pilihan Jalan”
Siswa yang telah memenuhi tata tertib dipersilakan memasuki kelas untuk mengikuti pembelajaran.
Sementara itu, siswa yang masih melanggar diajak berkumpul di halaman untuk didata dan diberikan pembinaan berupa komitmen positif demi kebaikan bersama dan nama baik sekolah.
π Penutup: Pelangi dalam Mendung
Walau langit pagi ini diselimuti mendung, semangat pendidikan di SMP Negeri 4 Abiansemal tetap memancarkan cahaya pelangi:
warna-warni nilai disiplin, spiritualitas, literasi, dan karakter.
Karena sejatinya, pendidikan bukan hanya tentang apa yang diajarkan,
melainkan tentang apa yang ditanamkan dalam jiwa.
“Disiplin adalah bentuk cinta pada diri sendiri, dan pendidikan adalah jalan menuju kesadaran sejati.”
Komentar
Posting Komentar