Menanam Tanggung Jawab, Menuai Karakter Mulia
📰 KORAN PELANGI SPENFOURAB
📅 Selasa, 21 April 2026
“Menanam Tanggung Jawab, Menuai Karakter Mulia”
Dalam suasana siang yang penuh makna, tepat pukul 12.10 WITA saat jam istirahat kedua, sebuah langkah strategis kembali dihadirkan oleh keluarga besar SMP Negeri 4 Abiansemal. Bertempat di ruang Bimbingan Konseling (BK), Ibu Ni Luh Gde Suari, S.Pd., M.Pd bersama seluruh guru BK menginisiasi pertemuan mingguan yang sarat nilai pembinaan karakter.
Pertemuan ini mengumpulkan seluruh pengurus kelas VIII dalam satu forum reflektif dan koordinatif. Dengan nuansa religius-teologis yang menjiwai, kegiatan ini bukan sekadar rapat biasa, melainkan wahana pembentukan jiwa kepemimpinan yang berlandaskan dharma, etika, dan tanggung jawab moral.
Dalam arahannya, Ibu Suari menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan kelas, kebun, dan lingkungan sekolah sebagai bagian dari implementasi nilai kesucian (śaucam) dalam kehidupan sehari-hari. Kebersihan bukan hanya kewajiban fisik, tetapi juga cerminan kebersihan batin dan kedisiplinan diri.
Lebih jauh, setiap pengurus kelas diberikan amanah mulia: memantau dan membina 6 orang siswa di kelasnya masing-masing. Tugas ini bukan sekadar pengawasan, melainkan pengabdian dalam bentuk pendampingan, pembinaan, dan penanaman nilai-nilai positif.
Dengan pendekatan karismatik dan penuh keteladanan, para pengurus kelas diharapkan mampu:
Mengkoordinasikan kegiatan kebersihan dan ketertiban,
Mengampu siswa dalam menjalankan tata tertib sekolah,
Serta menggetok-tularkan nilai-nilai kebaikan melalui program unggulan “Tiada Hari Tanpa Makna.”
Program ini menjadi simbol inovasi pendidikan karakter di SPENFOURAB, di mana setiap hari adalah kesempatan untuk menanam benih kebajikan, membangun kesadaran diri, dan memperkuat jati diri sebagai insan berkarakter.
Dalam perspektif klasik yang sarat kebijaksanaan, kegiatan ini mencerminkan ajaran bahwa seorang pemimpin sejati bukan hanya mengatur, tetapi juga membimbing dan memberi teladan. Sementara dalam semangat inovatif, sistem pembinaan berbasis “6 siswa binaan” menjadi strategi efektif dalam menciptakan pengawasan yang humanis dan berkelanjutan.
Dengan sinergi antara guru BK dan pengurus kelas, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang tidak hanya bersih secara fisik, tetapi juga harmonis secara sosial dan spiritual.
✨ SPENFOURAB terus melangkah, menanam nilai, membangun karakter, dan menciptakan generasi yang berilmu, beretika, dan berdaya saing.
Komentar
Posting Komentar